Sensus Ekonomi 2026 Petakan Potensi Ekonomi dan Peluang Investasi DIY
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
Sejumlah pekerja menutup kembali situs Keputren, di Pleret, Selasa (5/9/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Tim ekskavasi situs Keputren Kerto-Pleret menemukan wadah air yang diduga dari zaman Majapahit. Saat ini penelitian lebih lanjut terkait wadah air tersebut masih dilakukan. Nantinya wadah air tersebut disimpan di Museum Purbakala Pleret.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Lakshmi menyampaikan temuan wadah air tersebut saat ini masih diteliti lebih lanjut. Dari analisis awal, menurut Dian dari wujud fisik wadah air tersebut menunjukkan dibuat pada masa Majapahit.
“Jadi kalau yang kemarin penemuan wadah air itu kan di wilayah Keputren. Itu berdasarkan tim ahli ekskavasi kami memang menunjukkan identitas gaya masa Majapahit,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (10/9/2023).
Dari analisis awal, menurut Dian dengan ditemukannya wadah air yang diduga digunakan pada masa Majapahit maka dapat dikatakan bahwa masyarakat yang tinggal di Situs Keputren pada masa itu memiliki status yang tinggi.
“Sehingga memang dari hasil analisis awal, menunjukkan kalau barang itu bukan barang sembarangan, hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Itu menunjukkan wilayah sekitar Keputren termasuk wilayah dengan orang yang memiliki status yang lebih tinggi, dengan kepemilikan barang seperti itu,” katanya.
BACA JUGA: Ditemukan Situs Bangunan Keputren di Pleret, Begini Struktur yang Diekskavasi
Menurut Dian beberapa penemuan benda purbakala di situs tersebut juga menunjukkan adanya interaksi beberapa budaya antara lain dengan penemuan keramik Cina dan gerabah beberapa waktu yang lalu.
Meski begitu, menurut Dian masih dilakukan penelitian yang lebih mendalam dari hasil penelitian arkeologi tersebut. Menurutnya penelitian ekskavasi arkeologi yang sedang dilakukan berupaya mengungkap tinggalan arkeologi dalam suatu situs, dengan penelitian yang lebih mendalam terhadap hasil temuan tersebut, menurut Dian akan dapat merekonstruksi kehidupan di masa lalu.
Nantinya setelah penelitian yang lebih mendalam mengenai temuan tersebut dilakukan, maka hasil temuan tersebut akan disimpan dan dipamerkan di Museum Purbakala Pleret.
“Tentu saja kalau yang punya spesifik ikonik seperti itu kami selamatkan di Museum Purbakala Pleret, Disana nanti ada penanganan terkait gerabah, nanti tahap akhir kita pajang, menjadi pengisi puzzle, kita kan menggali cukup panjang sejak tahun 2013, dan akhir-akhir ini banyak temuan yang cukup spektakuler mungkin sudah mulai tereksplorasi. Itu yang kita tempatkan dalam satu kronologi masa dalam masa pemerintahan Islam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 20 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gempa M5,7 kembali mengguncang NTT. BMKG mencatat 3.055 gempa susulan pascagempa M7,7 Flores hingga 19 Agustus 2026.
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 20 Agustus 2026 tersedia di lima rute dengan tarif Rp80.000. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.