WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul berencana menata kawasan gumuk pasir Parangkusumo untuk pelestarian gumuk pasir. Merespons hal tersebut, pelaku wisata di sekitar kawasan tersebut berharap tetap diberi ruang.
Salah satu pengusaha jeep wisata yang tergabung dalam paguyuban Jeep Gumuk Pasir, Wusana, menjelaskan dari kegiatan wisata di sekitar gumuk pasir tersebut, saat ini setidaknya ada sekitar 500 keluarga yang menggantungkan hidupnya pada usaha tersebut.
Dari usaha jeep wisata saja, saat ini terdapat sekitar 160 armada jeep yang terdiri dari empat paguyuban yang beroperasi di sana. Jeep-jeep tersebut telah beroperasi sejak 2018. Sempat vakum dihantam pandemi Covid-19 dan saat ini kembali lagi. “Jumlahnya nambah terus,” ujarnya, Minggu (10/9/2023).
Adapun para pemilik usaha jeep wisata semuanya dipastikan warga ber-KTP Kalurahan Parangtritis dan sekitarnya. Selain dari jeep, dari usaha parkir juga berperan signifikan untuk perekonomian warga. “Satu hari bisa Rp15 juta kalau hari libur, kalau hari biasa Rp2 juta Rp3 juta,” paparnya.
Baca juga: 4 Pimpinan OPD Pemkot Jogja Sudah Terpilih, Pelantikan Masih Tunggu Kemendagri
Maka keberadaan wisata di sekitar gumuk pasir sangat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. “Nah itu nanti dengan penataan itu, terus bagaimana? Kami dikasih ruang atau tidak? Terlebih lagi rencananya akan dipulihkan gumuk pasir. Artinya tidak ada pohon sama sekali. Terus bagaimana dengan wisata pantai seperti Cemara Sewu?” kata dia.
Di samping itu, dengan dibersihkannya semua pohon di sekitar gumuk pasir dikhawatirkan dapat menyebabkan banyak pasir yang tertiup ke utara hingga masuk ke lahan warga dan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). “Kalau pohon dibabat pasir masuk ke JJLS dan pekarangan,” ungkapnya.
Maka sebelum benar-benar dijalankan penataan gumuk pasirnya, ia minta agar masterplan penataan terlebih dahulu disosialisasikan ke warga dan pelaku wisata, sehingga bisa mengetahui jelas bagaimana arahnya. “Juga bisa member masukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, mengatakan penataan diperlukan dalam upaya melestarikan gumuk pasir. Walau masih perlu proses pengkajian, ia menggambarkan penataan itu nantinya akan mengosongkan zona inti gumuk pasir dari aktivitas wisata dan menebang pepohonan di sekitar gumuk pasir.
“Tahapan eksekusinya masih akan melakukan pencermatan agar apa yang dilakukan bisa tetap bermanfaat kepada masyarakat. Prinsipnya juga tetap harus mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat. Karena di sisi Selatan gumuk ada pengelolaan pariwisata,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.