Deteksi Dini TBC Digencarkan di Piyungan, Baru Temukan 5 Kasus
Deteksi dini TBC di Piyungan digencarkan lewat Active Case Finding. Baru 5 kasus ditemukan dari target 103 kasus sepanjang 2026.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyebut salah satu perusahaan dalam negeri tertarik untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah. Metode pengolahan sampah Kota Jogja nantinya mengadopsi teknologi asal Korea dan diharapkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah mulai beroperasi.
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo menjelaskan, pihaknya terus berupaya mencari program yang tepat dalam pengelolaan sampah. Dengan keterbatasan lahan yang dimiliki pengolahan sampah diupayakan agar berlangsung tertata sejak dari sektor hulu sampai ke sektor hilir.
"Dari investor juga ada yang sanggup untuk menyediakan jasa pengolahan sampah sampai dengan kapasitas 60 ton per hari. Diharapkan di akhir 2023 atau awal 2024 mungkin sudah bisa operasi," katanya, Selasa (12/9/2023).
Menurut Singgih, investor yang tertarik menanamkan modal itu merupakan perusahaan dari Jogja yang berafiliasi dengan perusahaan asal luar daerah. Jenis sampah yang diolah nantinya bisa lebih beragam antara anorganik dan juga organik dengan teknologi dari Korea.
"Metode pengolahan dengan pembakaran H2O atau air yang dipisahkan dan diambil hidrogennya. Ini akan ramah lingkungan yang kemudian prosesnya pada pemusnahan sampah dengan teknologi pembakaran sangat tinggi sampai 150 derajat celsius," jelas Singgih.
Singgih menyebut, sampai sekarang proses penjajakan investor pengelola sampah Kota Jogja masih berlangsung. Dia belum membeberkan besaran nilai investasi dan juga lokasi yang dipilih oleh perusahaan dalam mengolah sampah itu ke depannya. Skema kerja sama yang akan disepakati berupa tipping fee dari Pemkot Jogja per tonase sampah yang diolah.
"Investasi full dari mereka kami harapkan nanti ada pemilahan juga dari sumber sampah karena pemilahan di lokasi pengolahan itu memakan waktu yang cukup banyak sekitar 60 an persen dari waktu yang digunakan untuk mengolah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deteksi dini TBC di Piyungan digencarkan lewat Active Case Finding. Baru 5 kasus ditemukan dari target 103 kasus sepanjang 2026.
Kesepakatan damai AS-Iran berpotensi turunkan harga minyak dan kurangi beban subsidi energi dalam APBN Indonesia.
Pawai 1 Muharram di Jakarta Timur dongkrak sewa odong-odong dan omzet UMKM, diikuti 125 kendaraan hias.
LPS membekali 90 mahasiswa UGM untuk mengedukasi literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat desa di Sumatra.
Ratusan SD di Gunungkidul kekurangan murid. Disdik beri dispensasi pendaftaran hingga jelang tahun ajaran baru 2026/2027.
AS dan Iran capai kesepakatan awal, Selat Hormuz dibuka kembali. Harga minyak diprediksi turun, negosiasi nuklir berlanjut.