Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyebut salah satu perusahaan dalam negeri tertarik untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah. Metode pengolahan sampah Kota Jogja nantinya mengadopsi teknologi asal Korea dan diharapkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan sudah mulai beroperasi.
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo menjelaskan, pihaknya terus berupaya mencari program yang tepat dalam pengelolaan sampah. Dengan keterbatasan lahan yang dimiliki pengolahan sampah diupayakan agar berlangsung tertata sejak dari sektor hulu sampai ke sektor hilir.
"Dari investor juga ada yang sanggup untuk menyediakan jasa pengolahan sampah sampai dengan kapasitas 60 ton per hari. Diharapkan di akhir 2023 atau awal 2024 mungkin sudah bisa operasi," katanya, Selasa (12/9/2023).
Menurut Singgih, investor yang tertarik menanamkan modal itu merupakan perusahaan dari Jogja yang berafiliasi dengan perusahaan asal luar daerah. Jenis sampah yang diolah nantinya bisa lebih beragam antara anorganik dan juga organik dengan teknologi dari Korea.
"Metode pengolahan dengan pembakaran H2O atau air yang dipisahkan dan diambil hidrogennya. Ini akan ramah lingkungan yang kemudian prosesnya pada pemusnahan sampah dengan teknologi pembakaran sangat tinggi sampai 150 derajat celsius," jelas Singgih.
Singgih menyebut, sampai sekarang proses penjajakan investor pengelola sampah Kota Jogja masih berlangsung. Dia belum membeberkan besaran nilai investasi dan juga lokasi yang dipilih oleh perusahaan dalam mengolah sampah itu ke depannya. Skema kerja sama yang akan disepakati berupa tipping fee dari Pemkot Jogja per tonase sampah yang diolah.
"Investasi full dari mereka kami harapkan nanti ada pemilahan juga dari sumber sampah karena pemilahan di lokasi pengolahan itu memakan waktu yang cukup banyak sekitar 60 an persen dari waktu yang digunakan untuk mengolah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.