PENGABDIAN MASYARAKAT: Siswa SLB di Sleman Belajar Agribisnis Pangan
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Penyerahan alat pemilahan dan pengolahan sampah untuk TPS 3R Brama Muda, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman dengan nilai Rp1,25 Miliar pada Kamis (14/9/2023) / HarianJjogja-Jumali
SLEMAN—PT Astra Internasional menyerahkan alat pemilahan dan pengolahan sampah untuk TPS 3R Brama Muda, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman dengan nilai Rp1,25 Miliar pada Kamis (14/9/2023). Penyerahan alat tersebut sebagai bentuk kepedulian Astra terhadap persoalan sampah.
Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah mengatakan, penyerahan pemilahan dan pengolahan sampah untuk TPS 3R Brama Muda adalah bentuk partisipasi Astra dalam Program Optimalisasi TPS 3R Brama Muda.
“Program ini sejalan dengan pilar kontribusi sosial Astra Untuk Indonesia Hijau yang diharapkan dapat semakin mengoptimalkan peranan TPS 3R, mendukung kemajuan masyarakat lokal dalam mengelola sampah secara mandiri serta meningkatkan mata pencaharian masyarakat setempat dengan peningkatan produksi daur ulang sampah,” ujar Riza Deliansyah.
Sejumlah pihak terlibat dalam program ini yakni Pemkab Sleman yang berkontribusi terhadap pembelian produk organik, khususnya kompos, melakukan pembinaan kepada TPS 3R dan masyarakat mengenai pemilahan sampah, melaporkan database TPS 3R ke dalam data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), serta pemerintah setempat yang memfasilitasi penambahan area cakupan pelayanan.
Baca juga: Tarif Tol Solo-Ngawi Naik Mulai 17 September 2023
Selain itu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY yang membantu memfasilitasi sosialisasi pemilahan sampah di sumbernya seperti sampah rumah tangga, rumah makan dan industri dan menjadikan Sleman sebagai kampung zero waste serta Waste4Change yang berperan membantu peningkatan kapasitas pengelolaan sampah oleh pengelola dan offtaker.
Sementara Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku berterima kasih atas bantuan dari PT Astra Internasional yang telah menyerahkan alat pemilahan dan pengolahan sampah untuk TPS 3R Brama Muda. Diharapkan, keberadaan alat pemilahan dan pengolahan sampah bisa dioptimalkan untuk menekan sampah di Sleman.
"Kami memang tidak bisa berdiri sendiri. Tanpa bantuan stakeholder, masalah sampah tidak akan bisa diatasi. Sekali lagi, kami berterimakasih kepada PT Astra yang memberikan CSR berupa alat ini untuk TPS 3R Brama Muda," kata Kustini.
Direktur TPS 3R Brama Muda, Sutarjo mengaku berterimakasih atas bantuan alat pemilahan dan pengolahan sampah. Sebab keberadaan alat ini akan sangat membantu pihaknya dalam mengelola sampah.
"Sebab, selama ini kami memilah dan mengelola sampah masih dengan jalan manual. Sekarang dengan keberadaan alat ini, maka akan sangat membantu pemilahan dan pengelolaan sampah," katanya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, setiap harinya TPS 3R Brama Muda mampu mengelola sampah sampai 2,7 ton per hari. Dengan keberadaan alat pemilah dan pengolahan sampah, pengelolaan sampah di TPS3R Brama Muda mendapai 15 ton per hari.
"Sampah itu yang organik biasa kami ubah jadi kompos. Sedangkan yang anorganik biasanya kami bekerja sama dengan tukang rosok [penyedia barang bekas]," tandasnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO. Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.