Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana Gelar Potensi Pertanian Jogja di Halaman Balaikota, terlihat beragam jenis bibit pertanian dipamerkan, Sabtu (16/9/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja diklaim memiliki 314 jenis pisang dan terlengkap di ASEAN. Hal ini terungkap dalam Gelar Potensi Pertanian yang diselenggarakan Pemkot Jogja di Halaman Balai Kota, Jumat-Minggu (15-17/9/2023).
Total ada 317 jenis pisang yang ada di Kota Jogja. Keberadaan semua jenis pisang di ASEAN di Jogja ini terutama ditunjang dengan keberadaan Kebun Plasma Nutfah Pisang (KPNP). Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Jogja yang mengelola KPNP ini menyebut luasnya 1,5 hektare.
Potensi pertanian pisang di Jogja yang memiliki 314 jenis terlengkap di ASEAN ini membuktikan di tengah keterbatasan lahan pertanian yang hanya 50 hektare tapi bisa dimaksimalkan dengan baik.
“Di KPNP ada banyak jenis pisang dari luar daerah yang dikembangkan, seperti Pisang Kidang dari Gunungkidul, Pisang-pisangan Daun Coklat dari Istana Mangkunegaran Surakarta, sampai Pisang Raja Bagus dari Keraton Jogja,” jelas Kepala DPP Jogja, Suyana, Sabtu (16/9/2023).
Suyana menjelaskan berbagai pisang langka juga telah dikembangkan di KPNP Jogja. “Semuanya juga sudah tersertifikasi, total ada 314 pisang jadi paling lengkap di ASEAN,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Flare, Kebakaran Bromo Mencapai 504 Hektare
Pengembangan pisang di KPNP, jelas Suyana, juga menggunakan teknologi pertanian mutakhir. “Kami sudah menggunakan teknologi kultur jaringan. Benih yang kami hasilkan sudah terbebas dari hama dan penyakit," katanya.
Selain bebas hama dan penyakit, Suyana menjelaskan pengembangan pisang di Jogja juga menggunakan Sistem Informasi Pelacakan Benih Bersertifikat. “Artinya semua benih yang dihasilkan dijamin kualitas dan kemurniannya, lewat sistem itu nanti benih-benih yang dihasilkan juga dapat ditelusuri perkembangannya,” katanya.
Suyana memaparkan lewat program Gelar Potensi Pertanian ini pihaknya hendak memotivasi masyarakat luas untuk mengembangkan potensi yang ada. “Kami menggandeng kelompok tani dan lainnya, untuk menunjukkan hasil potensi pertanian yang ada, total ada 50 stand potensi pertanian,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jogja Kadri Renggono mendukung program tersebut. “Kini sudah 115 titik lorong dan kampung sayur. Pada tahun 2022 kampung dan lorong sayur berhasil membawa Kota Jogja meraih terbaik pertama dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah,” jelasnya.
Kadri menyebut meskipun lahan pertanian terbatas tapi potensi dapat terus dikembangkan mengingat teknologi pertanian semakin maju. “Model pertanian Jogja ini makin beragam, kami mendorong agar makin luas lagi yang memanfaatkannya terutama untuk ketahanan pangan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.