Advertisement
Hendak Tawuran dan Bawa Senjata Tajam, Belasan Remaja Dibawa ke Kantor Polisi
Ilustrasi tawuran. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL–Sebanyak 18 remaja yang diduga hendak tawuran dibawa ke Polsek Banguntapan, Sabtu (16/9/2023) dini hari. Mereka sempat diamankan warga di tempat menongkrong, di sebuah warmindo di Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul.
Kapolsek Banguntapan, Kompol Irwiantoro, menjelaskan 18 remaja yang ditangkap hampir semuanya masih duduk di bangku SMP, dari beberapa sekolah di Banguntapan dan Pleret. "Mereka akan melakukan tawuran," katanya.
Advertisement
Ia menceritakan kejadian ini bermula ketika para remaja itu berkumpul di sebuah warmindo, di Ngentak, Baturetno, Banguntapan, pada Jumat (16/9/2023) pukul 20.00 WIB. Mereka kemudian menitipkan ponsel yang berjumlah 10 buah di warmindo tersebut dan keluar.
Beberapa saat kemudian rombongan kembali ke warmindo dan diamankan warga pukul 01.00 WIB. "Ditangkap dalam giat antisipasi harkamtibmas dari Polsek Banguntapan bersama anggota Pokdar Kamtibmas yang melaksanakan patroli malam secara bersama-sama," katanya.
BACA JUGA: Kontrak Kerja Ribuan Tenaga Honorer di Pemda DIY Berpeluang Diperpanjang
Berdasarkan keterangan para remaja tersebut, ketika mereka keluar dari warmindo adalah dengan tujuan untuk tawuran, tapi tidak jadi. Pada Kamis (16/9/2023), salah satu dari mereka mendapat tantangan untuk tawuran oleh pelajar dari salah satu SMP di Kota Jogja, di sekitar SPBU Tungkak, Kota Jogja.
Tawuran itu hendak dilaksanakan Jumat (15/9/2023) tengah malam. Ketika rombongan remaja itu menitipkan ponsel dan keluar dari warmindo, mereka menuju SPBU Tungkak untuk mencari penantang tawuran tersebut namun tidak ketemu, sehingga kembali ke warmindo.
Dari penggeledahan ke-18 remaja itu, tidak ditemukan adanya senjata tajam. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Banguntapan, dipanggil orang tuanya dan dikenakan penilangan untuk memberikan efek jera.
"Remaja yang diamankan, selanjutnya dipanggil orang tuanya masing-masing untuk diberikan arahan supaya lebih memperhatikan anak-anaknya sehingga tidak menjadi pelaku atau korban kejahatan jalanan. Sekarang sudah dipulangkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Disdikpora Bantul Usulkan Revitalisasi SD dan SMP ke Pemerintah Pusat
- Efektivitas Program MBG Ramadan Jadi Sorotan Akademisi
- Pemkab Bantul Jamin Biaya Perawatan Korban Bencana Angin Kencang
- Menhub dan Pemda DIY Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026
- Guru SLB di Jogja Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Murid
Advertisement
Advertisement





