Seleksi Calon Sekda Kota Jogja Masuk Final, Ini 3 Kandidatnya
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Anggota Polres Bantul sedang menyelenggarakan Operasi Zebra Progo 2023 di di Jalan Jenderal Sudirman, Bantul, beberapa waktu lalu./ Istimewa-Dok. Humas Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Operasi Zebra Progo 2023 di Bantul resmi berakhir. Dalam operasi selama 14 hari tersebut telah terjaring ribuan pelanggar lalu lintas yang dikenakan sanksi tilang dan teguran. Ada puluhan kecelakaan juga yang telah terjadi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan dalam operasi zebra tersebut telah menjaring 3.440 pelanggar yang dikenakan sanksi tilang dan 7.343 pelanggar yang diberikan sanksi teguran.
Bagi pelanggar yang dikenakan sanksi tilang, maka menurut Jeffry akan berlaku sidang di tempat dengan menghadirkan hakim dan jaksa. Menurut Jeffry dengan menghadirkan hakim dan jaksa dalam sidang pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) di lokasi operasi zebra maka proses sidang akan lebih efektif.
“Manfaatnya di antaranya lebih efektif dan efisien, masyarakat tidak tersita waktunya, ketika ada pelanggaran dapat diselesaikan di tempat atau langsung bayar denda di lokasi,” katanya, Senin (18/9/2023).
Dalam operasi zebra tersebut, menurut Jeffry pelanggar lalu lintas mayoritas adalah pengendara roda yang tidak menggunakan kelengkapan berkendara. Kemudian, disusul dengan pelanggaran yang melanggar marka jalan, berkendara dibawah umur, berkendara dengan melawan arus, dan tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) serta melanggar Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Untuk pelanggar lalu lintas yang tidak menggunakan helm SNI bervariatif, antara lain pelajar, karyawan swasta hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
BACA JUGA: 1.313 Pengendara Kena Tilang dalam Operasi Zebra Progo Selama Sepekan di Bantu
Menurut Jeffry operasi zebra tersebut diselenggarakan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Selama penyelenggaraan operasi zebra tersebut menurut Jeffry telah terjadi 98 kecelakaan lalu lintas.
“Dari jumlah laka tersebut, terdapat 1 korban meninggal dunia dan luka ringan sebanyak 121 orang, serta menyebabkan kerugian materi mencapai Rp.46,1 juta,” katanya.
Karena itu meski operasi zebra tersebut telah berakhir, Polres Bantul akan tetap mengintensifkan patroli untuk menegakkan aturan keselamatan dan ketertiban berlalu-lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas. Selalu patuhi rambu-rambu, gunakan helm, dan jangan gunakan knalpot tidak standar [knalpot brong]. Dan perlu diingat, awal mula kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu lintas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.