WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, BANTUL—Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bantul dihadapkan pada tantangan permodalan dan pemasaran. Pemkab Bantul mendorong agar UMKM bisa mengakses pinjaman bank.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menjelaskan modal masih menjadi salah satu permasalahan yang membuat UMKM di Bantul tidak maksimal berkembang. “Permasalahan pertama modal,” ujarnya, Selasa (3/10/2023).
Pemkab mendorong UMKM agar mau mengakses pinjaman bank dengan mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, banyak UMKM yang tidak berani mengakses KUR. “Hanya masalah keberanian saja. Makanya kami dorong, dekatkan dengan perbankan,” katanya.
BACA JUGA : UMKM Kian Sulit Akses Kredit dari Bank, Ternyata Ini Penyebabnya
Ia mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak perlu khawatir dengan bunga yang perlu ditanggung, karena tidak akan memberatkan. “Sekarang KUR itu sangat murah. KUR itu hanya 0,2 persen artinya jika Rp10 juta, hanya Rp2.000 per bulan,” katanya.
Melalui akses KUR, UMKM di Bantul bisa semakin berkembang karena dapat meningkatkan produktivitas maupun kualitasnya. “Bagi UMKM ini kesempatan. Makanya kami dorong, fasilitasi ke sana,” paparnya.
Kemudian permasalahan kedua yakni pemasaran, terutama bagi UMKM yang masih menggantungkan pemasaran pada pemasaran konvensional atau offline. “Kita bisa lihat pasar Tanah Abang kolabs, pasar Klewer juga demikian, mall dijual. Ini pertanda bahwa persaingan dengan dunia luar [secara digital] sangat ketat,” ungkapnya.
Ia mencontohkan di Tiktok Shop, ada baju yang dijual Rp100 ribu dapat lima. Baju tersebut merupakan impor dari China, di mana biaya produksinya lebih murah dibanding di Indonesia. “Di sana sistem negaranya pajak retribusi tidak seperti Indonesia. Di sana murah biaya produksinya,” katanya.
Dengan biaya produksi yang lebih mahal, ia mendorong agar UMKM dalam negeri khususnya Bantul untuk dapat bersaing dari sisi kualitas. “Dengan biaya produksi yang memang harus dilakukan karena dalam sistem dan regulasi, maka harus dikuatkan dari sisi kualitas,” kata dia.
BACA JUGA : Grebeg UMKM 2023 Bertekad Wujudkan DIY Jadi Episentrum UMKM Global
Kualitas ini perlu ditingkatkan karena ketika memasuki dunia digital, saingan UMKM produk dari seluruh dunia dalam sistem pasar bebas. “Jadi ketika akan mendigitalkan produknya, akan menjual keluar, produknya harus berkualitas,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejarah! 8 wakil Afrika lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Rekor baru, lampaui 2014 & 2022. Maroko, Kongo, & lainnya siap mengguncang fase gugur!
Messi cetak rekor 7 laga beruntun di Piala Dunia 2026 usai bawa Argentina menang 3-1 atas Yordania dan incar Sepatu Emas.
Penelitian mengungkap hubungan jumlah anak dengan penuaan biologis, namun stres, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.
Dari 9 wakil Asia di Piala Dunia 2026, hanya Jepang dan Australia yang lolos 32 besar, sisanya tersingkir di fase grup.
Ribuan PPPK Gunungkidul hadapi ketidakpastian kontrak, Pemkab masih mencari solusi di tengah aturan batas belanja pegawai 30%.