Advertisement
Ajak UMKM Naik Kelas, Diskominfo DIY Gelar Pelatihan Bisnis Online
Suasana pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM menuju bisnis online pada Rabu (17/10/2023) oleh Diskominfo DIY. - Harian Jogja - Triyo Handoko
Advertisement
JOGJA—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menyelenggarakan kegiatan pelatihan E-Business dengan tema Pelatihan Digital Marketing Bagi Pelaku UMKM Menuju Bisnis Online pada Rabu (17/10/2023).
Sebanyak puluhan pelaku UMKM seantero DIY dilibatkan agar usahanya naik kelas menghadapi digitalisasi teknologi informasi di masa kini.
Advertisement
Metode pelatihan digabungkan antara penyampaian materi dengan diskusi antara peserta dan narasumber. Adapun materi yang diberikan yakni soal pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan, cara pembuatan reels di Instagram dan TikTok untuk keperluan branding serta praktik memunculkan produk di halaman utama pada Instagram dan juga Youtube dengan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.
Pendiri Alterasi Indonesia sekaligus peneliti di UNU Jogja Sunaji Zamroni mengatakan, pemberdayaan masyarakat di era sosial media dapat diartikan dengan menghadirkan kuasa atas potensi yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri, sehingga mereka dapat mengaktualisasikan diri guna mengembangkan kelompoknya secara mandiri. Di DIY ada banyak contoh pemberdayaan masyarakat yang sudah berhasil dan patut ditiru.
"Misalnya saja kelompok perempuan perajin batik di Giriloyo, Imogiri, Bantul kemudian pemberdayaan masyarakat berbasis Bumdes yang bisa dipilih untuk diadopsi metode pengelolaannya," ujar dia.
Menurut Sunaji, ada banyak faktor yang ikut mempengaruhi keberdayaan dalam suatu kelompok masyarakat di antaranya yakni kesehatan, sosial budaya, pendidikan dan penguasaan akses sumber kemajuan ekonomi. Semuanya itu berpengaruh atas keberhasilan masyarakat untuk berkembang dan maju atau malah semakin tertinggal ke depannya.
BACA JUGA: Hokky Caraka Jadi Pemain Terbaik dalam Laga Indonesia Lawan Brunei
Pada aspek kesehatan misalnya kualitas hidup masyarakat atau individu dalam kelompoknya serta sarana dan prasarana layanan kesehatan akan berdampak pada kualitas hidup serta angka harapan hidup masyarakat. Hal ini tentu pula berpengaruh dengan kreativitas masyarakat itu sendiri. Sementara sosial budaya mengandung tata nilai dan karakteristik dari masyarakat itu sendiri dalam berkembang.
"Selanjutnya di aspek pendidikan kita semua tahu bahwa keterampilan dan pengetahuan masyarakat itu sendiri diperoleh dari akses terhadap pendidikan. Majunya masyarakat akan sangat bergantung dengan hal itu. Sementara akses terhadap sumber daya ekonomi berhubungan dengan modal, pasar dan juga lapangan kerja," jelasnya.
Dirinya juga mengarahkan agar pelaku UMKM bisa mengadopsi berbagai macam bentuk pemberdayaan di wilayahnya masing-masing di antaranya berupa pengorganisasian masyarakat, penguatan kelembagaan, penguatan SDM dan pengembangan usaha ekonomi, kapasitas sosial, budaya dan politik di kelompok masyarakat itu sendiri.
"Sebelum menuju ke sana tentu harus melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kelompoknya, kemudian menawarkan gagasan pemberdayaan, menjalankan gagasan secara gotong royong dan merawat apa yang sudah dijalankan agar terus berkelanjutan," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY Minta Lalin dan Parkir Disiapkan Saat Libur
- Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Minggu 15 Februari 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Reguler dan Xpress Minggu 15 Februari 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 15 Februari 2026
- Prakiraan Cuaca DIY Minggu 15 Februari 2026: Hujan Ringan di 4 Wilayah
Advertisement
Advertisement








