Butet Kartaredjasa Serahkan Lukisan Jalan Salib ke Paus di Vatikan
Butet Kartaredjasa menyerahkan lukisan Jalan Salib bernuansa Jawa kepada Paus Leo XIV di Vatikan sebagai simbol dialog lintas iman dan budaya.
Tim Jihandak Gegana Polda DIY saat melakukan benda mencurigakan yang diduga bom di Jalan Patangpuluhan, pada Rabu (17/10/2023). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah tas koper diduga berisi bom ditemukan warga di Jalan Patangpuluhan pada Rabu (17/10/2023) sekitar pukul 14.00 WIB. Temuan itu langsung dilaporkan warga ke aparat kepolisian untuk memeriksa langsung benda mencurigakan itu.
Menurut keterangan warga tas koper itu sudah berada di lokasi pekarangan rumah masyarakat sejak pagi hari tanpa diketahui siapa pemiliknya. Lantaran curiga mereka langsung melaporkan insiden itu ke aparat kepolisian untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Setelah mendapat laporan jajaran kepolisian menerjunkan tim Jihandak Gegana Polda DIY untuk mengecek langsung tas koper yang membuat gempar warga itu. Polisi juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi kejadian agar steril dari aktivitas warga.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Saiful Anwar menjelaskan, pertama kali tas koper yang mencurigakan itu diketahui oleh warga setempat yang langsung melaporkannya ke Polsek terkait. Polsek selanjutnya meneruskan laporan itu ke Polresta Jogja.
BACA JUGA: Dosen ASN Dilarang Ikut Kampanye Pemilu di Kampus
"Tadi kami sudah periksa dengan anggota ke TKP di Patangpuluhan, setelah diperiksa dan memasangi garis polisi kita hubungi tim Jilandak Gegana Polda DIY untuk melakukan pemeriksaan," katanya.
Kombes Pol Saiful menyebut, setelah tim datang dengan atribut pelengkap wilayah itu dipasangi juga dengan garis polisi agar steril. Petugas melakukan pemeriksaan dengan melihat isi di dalam tas koper dan dipastikan tidak ada unsur bom dalam benda mencurigakan tersebut.
"Setelah melakukan olah TKP dan cek tas, ternyata tidak ditemukan rangkaian bom yang diperkirakan masyarakat. Saya tegaskan sama sekali tidak terkait dengan unsur bom," katanya.
Setelah diperiksa oleh petugas, tas koper itu hanya berisi pipa paralon yang dililit dengan kabel. "Memang tasnya berisi paralon yang dililit dengan kabel tapi tidak ada unsur bom dan sudah diamankan oleh petugas," ungkapnya.
Kapolresta memastikan pihaknya masih akan melakukan serangkaian penyelidikan atas kejadian itu untuk mengungkap siapa pelaku dibalik insiden itu serta motifnya. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah kejadian itu termasuk teror atau tidak.
"Yang meletakkan [tas diduga berisi bom] masih kami dalami dan selidiki dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita ketahui pelakunya dan motifnya apa. Belum bisa dipastikan karena kita belum tahu motifnya ya dan akan diperiksa lebih lanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Butet Kartaredjasa menyerahkan lukisan Jalan Salib bernuansa Jawa kepada Paus Leo XIV di Vatikan sebagai simbol dialog lintas iman dan budaya.
Kode dari keluarga Riko Simanjuntak memunculkan spekulasi kuat winger itu bertahan di PSS Sleman musim depan.
MJM 2026 di Prambanan pecahkan rekor peserta, dorong UMKM, budaya, dan aksi lingkungan berkelanjutan.
RTRW Kulonprogo target rampung Juli 2026, perizinan investasi via OSS mulai Agustus. Kawasan aerotropolis, wisata, dan industri siap menyambut investor.
Belgia ditahan Iran tanpa gol di Grup G Piala Dunia 2026, klasemen makin ketat jelang laga penentuan.
Survei Dinkes Sleman menunjukkan 20% remaja perokok memakai vape, menandai pergeseran dari rokok konvensional dan meningkatnya risiko nikotin.