Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Tim Jihandak Gegana Polda DIY saat melakukan benda mencurigakan yang diduga bom di Jalan Patangpuluhan, pada Rabu (17/10/2023). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah tas koper diduga berisi bom ditemukan warga di Jalan Patangpuluhan pada Rabu (17/10/2023) sekitar pukul 14.00 WIB. Temuan itu langsung dilaporkan warga ke aparat kepolisian untuk memeriksa langsung benda mencurigakan itu.
Menurut keterangan warga tas koper itu sudah berada di lokasi pekarangan rumah masyarakat sejak pagi hari tanpa diketahui siapa pemiliknya. Lantaran curiga mereka langsung melaporkan insiden itu ke aparat kepolisian untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Setelah mendapat laporan jajaran kepolisian menerjunkan tim Jihandak Gegana Polda DIY untuk mengecek langsung tas koper yang membuat gempar warga itu. Polisi juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi kejadian agar steril dari aktivitas warga.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Saiful Anwar menjelaskan, pertama kali tas koper yang mencurigakan itu diketahui oleh warga setempat yang langsung melaporkannya ke Polsek terkait. Polsek selanjutnya meneruskan laporan itu ke Polresta Jogja.
BACA JUGA: Dosen ASN Dilarang Ikut Kampanye Pemilu di Kampus
"Tadi kami sudah periksa dengan anggota ke TKP di Patangpuluhan, setelah diperiksa dan memasangi garis polisi kita hubungi tim Jilandak Gegana Polda DIY untuk melakukan pemeriksaan," katanya.
Kombes Pol Saiful menyebut, setelah tim datang dengan atribut pelengkap wilayah itu dipasangi juga dengan garis polisi agar steril. Petugas melakukan pemeriksaan dengan melihat isi di dalam tas koper dan dipastikan tidak ada unsur bom dalam benda mencurigakan tersebut.
"Setelah melakukan olah TKP dan cek tas, ternyata tidak ditemukan rangkaian bom yang diperkirakan masyarakat. Saya tegaskan sama sekali tidak terkait dengan unsur bom," katanya.
Setelah diperiksa oleh petugas, tas koper itu hanya berisi pipa paralon yang dililit dengan kabel. "Memang tasnya berisi paralon yang dililit dengan kabel tapi tidak ada unsur bom dan sudah diamankan oleh petugas," ungkapnya.
Kapolresta memastikan pihaknya masih akan melakukan serangkaian penyelidikan atas kejadian itu untuk mengungkap siapa pelaku dibalik insiden itu serta motifnya. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah kejadian itu termasuk teror atau tidak.
"Yang meletakkan [tas diduga berisi bom] masih kami dalami dan selidiki dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita ketahui pelakunya dan motifnya apa. Belum bisa dipastikan karena kita belum tahu motifnya ya dan akan diperiksa lebih lanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.