Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Panen jagung di Celep, Srigading, Sanden, Bantul, Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memperkirakan akan terjadi peningkatan produksi komoditas kacang tanah dan jagung akhir tahun 2023. Hal ini seiring dengan tingginya tanaman palawija di musim kemarau saat ini.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo menyampaikan adanya El Nino menyebabkan sebagian petani di Kabupaten Bantul beralih dari menanam padi ke palawija, khususnya komoditas kacang tanah dan jagung yang mengalami peningkatan signifikan.
“Petani banyak beralih dari padi ke palawija, yang paling banyak di kacang tanah, sebagian jagung. Luas tanam kacang tanah mencapai 2 ribu hektar lebih sedikit [luas tanam kacang tanah tahun 2023], melebihi 300 persen peningkatannya dibandingkan tahun lalu,” katanya melalui telepon, Kams (19/10/2023).
Berdasarkan data DKPP Kabupaten Bantul realisasi luas panen tanaman pangan untuk komoditas kacang tanah pada tahun 2022 mencapai 1.244,70 hektar, sementara tahun 2023 diperkirakan mengalami peningkatan hingga mencapai 2.792,95 hektar. Kemudian realisasi luas panen tanaman jagung tahun 2022 mencapai 3.194,32 hektar, sementara diperkirakan tahun 2023 mengalami peningkatan mencapai 3.218,70 hektar.
Sementara untuk realisasi luas panen tanaman padi tahun 2022 mencapai 30.336,94 hektar, kemudian tahun 2023 diperkirakan mengalami penurunan hingga mencapai 28.854,35 hektar.
Menurut Joko perkiraan peningkatan luas tanam kacang tanah dan jagung akan menyebabkan peningkatan jumlah produksi kedua komoditas tersebut.
“Karena luas tanamnya bertambah. Yang biasa ditanami padi, karena tidak ada air, dia beralih ke tanaman palawija, yang paling banyak kacang tanah” katanya.
Meski begitu, Joko belum dapat memastikan berapa perkiraan total produksi kacang tanah dan jagung di Kabupaten Bantul tahun ini. Menurutnya perhitungan tersebut akan dipengaruhi dengan awal musim hujan yang akan terjadi di wilayah Bantul.
“Peningkatannya [produksi tanaman kacang tanah dan jagung] ini nanti, masih ada penambahan luas tanam, lihat hujannya kapan. Kami belum bisa menganalisa, kita belum tahun hujannya kapan, hujannya langsung atau kiriman itu akan mempengaruhi pola tanam,” katanya.
BACA JUGA: Bantul Panen Raya Jagung, Produktivitas di Lahan ini Tembus 10 Ton
Joko pun menyambut baik sebagian petani yang mulai beralih menanam palawija selama musim kemarau ini.
“tu malah petani kreatif daripada tanah tidak dimanfaatkan, kita tidak harus menanam padi, karena padi butuh air banyak. Kami kesulitan air. Itu memang saran dari dinas [DKPP],” katanya.
Menurut Joko, tanaman kacang tanah dan jagung banyak dipilih petani karena kedua tanaman tersebut tidak membutuhkan banyak air.
“[Alasan peralihan kedua komoditas tersebut] Pertama harga kacang tanah bagus, produktivitas lebih bagus daripada kedelai, juga tidak butuh banyak air dibandingkan dengan tanaman padi. Jagung banyak kemitraan, untuk pakan ternak,” katanya.
Menurut Joko hasil produksi kacang tanah selama ini dipasok untuk kebutuhan industri kecil seperti usaha produksi rempeyek dan bumbu pecel Kabupaten Bantul dan sebagian DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.