Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
UMKM - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menggelar Manunggal Fair 2023 di Stadion Cangkring, Giripeni, Wates pada Rabu (18/10/2023). Acara tersebut selain dalam rangka HUT ke-72 Kulonprogo juga bertujuan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan perekonomian.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Agung Kurniawan, mengatakan bahwa Manunggal Fair 2023 menjadi ruang untuk membantu pelaku UMKM dan pelaku usaha lain meningkatkan perekonomian.
"Kami berupaya meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya serta berupaya mencapai PAD yang diharapkan bagi pemerintah kabupaten," kata Agung dalam rilis video.
Jelas dia, dalam acara tersebut, Pemkab Kulonprogo menampilkan berbagai hasil karya masyarakat, pertanian, perikanan, kelautan, UMKM, kuliner khas Kulonprogo, informasi, permainan, hiburan, pertunjukan seni, sampai band anak-anak muda yang dapat dinikmati.
Guna membantu pelaku UMKM, pemkab juga menggandeng Bank Indonesia dan Bank BPD DIY dalam rangka fasilitasi digitalisasi transaksi di lapak-lapak penjual.
"Dalam rangkaian Manunggal Fair tahun ini dilaksanakan digitalisasi transaksi di lapak-lapak penjual yang didukung Bank Indonesia dan Bank BPD DIY. Adapun cashback sebesar 50 persen atau maksimal Rp5.000 bagi pengunjung yang bertransaksi dengan BPD DIY Mobile,” katanya.
Dia berharap acara tahunan ini juga dapat menghibur dan mengedukasi masyarakat. Sebab itu, khusus untuk Manunggal Fair, Pemkab Kulonprogo mengambil tema Dho-Dolan yang berarti bermain dan Dodolan yang berarti berjualan. "Jadi kami berupaya menghibur dan mengedukasi masyarakat melalui pameran yang digelar," ucapnya.
BACA JUGA: Diskop UKM Kulonprogo Dorong Peningkatan Penjualan UMKM
Sebenarnya pameran tersebut telah dibuka untuk masyarakat sejak tanggal (13/10/2023) dan berakhir pada tanggal (28/10/2023). Hanya saja memang peresmian pembukaan oleh Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo baru dapat dilakukan pada Rabu (18/10/2023).
Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, berharap Manunggal Fair menjadi acara yang dapat menampilkan banyak potensi-potensi lokal dari seluruh wilayah Kulonprogo baik yang dikelola OPD, UMKM, KWT, Kelompok Tani, Karang Taruna, Gapoktan, PKK dan lainnya.
"Potensi lokal tersebut merupakan wujud implementasi dari semangat Bela Beli Kulonprogo untuk mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan perekonomian kita. Oleh karena itu, mari pada event pameran tahun ini kita bersama-sama saling mendukung, bekerja sama, dan memaksimalkan fungsi pameran dalam rangka berkomitmen terus memajukan Kulonprogo," kata Made.
Lebih jauh, dia berpesan agar masyarakat dapat menikmati Manunggal Fair sebagai sebuah hiburan rakyat. Sebab itu, acara tersebut juga perlu didukung oleh pengunjung dan pihak lain yang berkepentingan untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan kawasan GOR Cangkring.
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha, Suharyanto mengatakan terdapat 293 stand dalam pagelaran Manunggal Fair 2023. Dia memprediksi acara tersebut mampu menyedot pengunjung sebanyak sekitar 500.000 orang atau dua kali lipat kunjungan Manunggal Fair 2022 yang hanya digelar selama sembilan hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.