Polres Bantul Sita 307 Botol Miras Ilegal dari 14 Lokasi Razia
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Petugas Damkarmat BPBD Bantul berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Dusun Paten RT 01, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Senin (4/9/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - BPBD DIY mencatat telah terjadi 557 kebakaran hingga 16 Oktober 2023, baik itu berstatus kebakaran lahan maupun kebakaran pemukiman. Rata-rata kejadian kebakaran itu dipicu oleh kelalaian manusia serta musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, sebagian besar insiden kebakaran itu terjadi pada bulan September dan Oktober lantaran merupakan puncak dari musim kemarau. Secara rinci ia menyebut kebakaran lahan ada sebanyak 183 kejadian dan pemukiman 374 kejadian.
BACA JUGA : Kebakaran di Gunung Lawu Merembet ke Jalan Raya Magetan-Karanganyar
"Kebakaran lahan paling banyak terjadi di Bantul dengan angka 53 kejadian, Gunungkidul 36 kejadian, Kulonprogo 33 kejadian, Sleman 51 dan Jogja 10 kejadian. Sementara sisanya merupakan kebakaran kendaraan dengan jumlah 21 kejadian," kata Lilik, Minggu (22/10/2023).
Dia menambahkan, status siaga kekeringan sampai saat ini masih berlaku di empat kabupaten dan sudah beberapa kali diperpanjang. Dampaknya tersebar di 56 kalurahan dari 15 kapanewon di Gunungkidul. Di Bantul ada 14 kalurahan dari 8 kapanewon, Sleman 5 kelurahan dari 4 kapanewon dan Kulonprogo ada 17 kalurahan di 7 kapanewon.
"Upaya penanganan yang sudah dilaksanakan yakni distribusi air bersih di DIY melalui Dinsos, BPBD masing-masing-masing wilayah dan kapanewon khususnya di Gunungkidul, serta instansi lainnya," ujar dia.
Adapun total bantuan air bersih yang sudah disalurkan mencapai 19 juta liter lebih di Gunungkidul, Bantul tiga juta liter lebih, Kulonprogo satu juta liter lebih, Sleman satu juta liter dengan total penyaluran keseluruhan di angka 25 juta liter lebih.
BACA JUGA : BMKG Deteksi 111 Titik Panas yang Diduga Kebakaran Hutan
Selain itu, pihaknya juga melakukan penanganan lain berupa pengelolaan embung atau pemeliharaan dan yang menjadi kewenangan pihaknya ada 25 embung dari DPUPESDM DIY. Di antaranya Gunungkidul sembilan lokasi, Sleman delapan lokasi, Kulonprogo empat lokasi dan Bantul tiga lokasi serta Jogja satu lokasi.
"Itu sesuai dengan kewenangan DIY. Langkah lain yakni edukasi dan penyuluhan pola tanam dari DPKP tentang pola tanam yg sesuai pada musim kemarau terutama pada wilayah rawan kekeringan agar tetap produktif guna mencegah dampak ikutan lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.