Polda DIY Siapkan Pengamanan Berlapis untuk Lima Aksi Mahasiswa
Polda DIY menyiapkan pengamanan berlapis untuk lima agenda penyampaian aspirasi mahasiswa pada Selasa (20/10/2026) di sejumlah titik.
Pakar Andrologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. Dicky Moch Rizal dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Fisiologi pada Kamis (26/10/2023) di Balai Senat UGM.(Istimewa/UGM)
Harianjogja.com, SLEMAN—Kualitas sperma dapat ditentukan banyak hal, misalnya gaya hidup, pola makan hingga perubahan zaman saat terjadi pandemic Covid-19. Bagaimana apa yang harus dilakukan supaya kualitas sperma tetap terjaga? Simak informasi ini
Pakar Andrologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. Dicky Moch Rizal menyampaikan kesehatan fisik pria sangat memengaruhi kondisi sistem reproduksinya. Sejumlah penelitian diberbagai negara telah membuktikan hal tersebut.
"Terdapat beragam kondisi yang memengaruhi fisiologi pembentukan sperma. Salah satunya, pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu mengakibatkan banyak terjadi kasus gangguan sperma baik penurunan produksi ataupun kerusakan sperma," kata Dicky saat menyampaikan pidatonya yang berjudul Fisiologi Sistem Reproduksi sebagai Jendela Informasi Kesehatan Pria saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Fisiologi di Balai Senat UGM, pada Kamis (26/10/2024).
Baca Juga: Warna Air Mani Bisa Jadi Petunjuk Kualitas Kesehatan Seorang Pria
Perubahan gaya hidup, lanjut Dicky dapat memunculkan berbagai macam persoalan kesehatan termasuk juga terjadinya gangguan produksi sperma. Misalnya, kebiasaan merokok akan mengakibatkan kerusakan jaringan testis, kebiasaan minum alkohol, gangguan tidur, olahraga berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap fungsi testis baik produksi sperma maupun melalui gangguan hormon reproduksi.
Baca Juga: Kualitas Sperma Menurun? Kenali Penyebabnya
Selain itu perubahan pola makan yang berakibat pada terjadinya gangguan metabolisme berupa diabetes mellitus dan obesitas mengakibatkan terganggunya fisiologi testis. Sebagai akibat dari kondisi ini, produksi sperma akan mengalami penurunan dan kerusakan, serta dapat menyebabkan penurunan pada kadar hormon testosterone.
Kondisi ini dapat diperberat dengan adanya perilaku sedenter seperti kurangnya olahraga, merokok, stres dan kebiasaan minum alkohol. Selain itu, pada kondisi diabetes dan obesitas dapat terjadi peningkatan kerusakan sperma atau fragmentasi DNA sperma.
"Pendekatan fisiologi untuk melakukan aktivitas fisik, memperbaiki Body Mass Index (BMI), manajemen stres, mengelola gangguan metabolisme juga bisa dilakukan untuk menunjang perbaikan fungsi testis, termasuk spermatogenesis," ungkapnya.
Baca Juga: Diet dan Pola Makan Ternyata Pengaruhi Kualitas Sperma
Kondisi fisiologis dari sistem reproduksi sangat diperlukan dalam menjalankan aktivitas pembentukan sperma, produksi testosteron dan seksualitas. Penurunan produksi testosteron dapat menyebabkan terganggunya kesehatan pria karena fungsi testosteron banyak memengaruhi kerja dari sistem organ yang lain.
"Problem sistem reproduksi pria banyak diakibatkan oleh gangguan fungsi sistem organ lain sehingga adanya gangguan fisiologi sistem reproduksi dapat menjadi informasi kondisi kesehatan pria secara umum," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menyiapkan pengamanan berlapis untuk lima agenda penyampaian aspirasi mahasiswa pada Selasa (20/10/2026) di sejumlah titik.
Kedubes Singapura membantah kabar kunjungan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal pada 18 Oktober 2026. Dino mengaku berada di Perth, Australia.
Prabowo menerima Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto untuk membahas 384 peserta P3MD dan rencana magang pada Januari-Februari 2027.
Adam Alis mencetak gol menit ke-90+2 saat Persib Bandung mengalahkan Garudayaksa FC 1-2 dan naik ke peringkat kelima klasemen Super League.
Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 lewat gol Marcus Thuram dan Piotr Zielinski pada injury time. Nerazzurri menjaga posisi di puncak klasemen.
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil September 2026 dengan 4.840 unit. Simak daftar 20 mobil terlaris di Indonesia.