PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY dalam laman resminya memprakirakan semua wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta diliputi cuaca cerah berawan pada hari ini, Minggu (29/10/2023).
Cuaca cerah berawan tersebut terjadi di Bantul, Sleman, Wates, Gunungkidul, dan Kota Jogja. Cuaca cerah berawan itu sepanjang hari mulai dari dini hari, pagi, siang, sore hingga malam hari.
Sementara kondisi suhu udara tertinggi mencapai 34 derajat celcius di Kota Jogja pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB dengan kecepatan angin mencapai 20 kilometer per jam dari arah selatan. Pagi suhu udara 26 derajat celcius dengan kecepatan angin 10 kilometer per jam
Suhu udara terendah terjadi di Sleman 23-32 derajat celcius. Sehingga hari ini suhu udara di DIY pada umumnya masih panas.
Awal musim penghujan di wilayah DIY diprediksi akan berlangsung pada November mendatang sampai puncaknya di Februari 2024.
BACA JUGA: Musim Hujan di DIY Diprediksi Diawali dari Kulonprogo, BMKG: Bagian Utara
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogja Reni Kraningtyas, sebelumnya menjelaskan awal masuknya musim penghujan di DIY diprediksi baru dimulai pada November mendatang dan akan berlanjut sampai Februari yang merupakan masa puncaknya.
"Prakiraan curah hujan Oktober masih 100 mm per bulan belum masuk musim hujan. Pada November sudah 200 mm per bulan jadi sudah masuk kriteria awal musim hujan, ini ditandai dengan tiga dasarian berturut-turut di atas 150 mm," jelas dia, Kamis (19/10/2023).
Selanjutnya hasil analisis BMKG menyebutkan bahwa pada Desember curah hujan berada di angka 201 mm sampai 400 mm per bulan dan Januari 200 mm sampai 400 mm per bulan. Angka ini termasuk menurun dibandingkan masa normal lantaran adanya dampak El Nino. Di masa normal curah hujan DIY berada di angka sekitar 500 mm per bulan bahkan lebih pada bulan Desember.
"Oktober dasarian dua sudah mulai masuk musim hujan. Namun resminya kami tetapkan di November dasarian satu itupun baru terjadi di Kulonprogo utara yang paling awal. Makanya secara keseluruhan DIY itu di November dasarian tiga baru mengalami musim hujan," jelasnya.
Sementara untuk wilayah Kota Jogja dan Sleman selatan, Bantul utara dan Kulonprogo barat bahkan ada yang mengalami musim penghujan pada Desember yang paling belakangan. Perbandingan awal musim hujan ini umumnya mundur dua sampai tiga dasarian atau 20 hari hingga sebulan normalnya untuk musim hujan periode 2023 2024 di DIY.
"Durasi musim hujan juga lebih pendek ya karena mundur ada yang cuma 13 dasarian, dan ada juga yang 21 dasarian itu pun hanya sedikit. Tapi umumnya 16 sampai 18 dasarian jadi sekitar lima dan enam bulan. Akhir musim hujannya itu pada April dasarian tiga dan ada sebagian kecil yang awal Mei," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 14 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Australia vs Turki di Piala Dunia 2026 diprediksi sengit. Cek jadwal, statistik, dan prediksi skor terbaru di sini.
Australia juara AFF U-19 2026 usai kalahkan Thailand 2-0. Indonesia finis ketiga setelah menang atas Kamboja.
Program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut dengan skema baru. Kantin sekolah berpeluang dilibatkan dalam penyediaan makanan.
Irfan Ardiansyah dan Herjun Firdaus raih podium di ARRC 2026 Motegi. Simak hasil lengkap dan jalannya balapan.