WFH ASN Sleman Sepi Peminat, Baru 7,6 Persen Pegawai Memanfaatkan
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo mengaku masih ada warga yang tidak mau mengurus proses perpindahan lokasi memilih.
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kulonprogo, Ria Harlinawati mengatakan ada sebanyak 221 pemilih pindah keluar lokasi pemilihan. Sedangkan untuk pemilih pindah masuk ada 338 orang. Dalam proses perpindahan tersebut, kata dia masih ditemukan warga yang tidak mau mengurus proses perpindahan.
“Kendala selama proses layanan pindah memilih, salah satunya adalah keengganan masyarakat dalam mengurus pindah memilih,” kata Ria, Selasa (7/11/2023).
BACA JUGA: Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Bantul Gencar Sosialisasi
Menurut Ria, upaya yang dapat dilakukan terkait kendala tersebut yaitu perlunya peningkatan sosialisasi kepada pemilih. Selain itu juga perlu koordinasi dengan pemangku kepentingan guna meningkatkan pelayanan pindah memilih.
Anggota KPU DIY, Sri Surani, mengatakan bahwa data pemilih menjadi sumber penting dari seluruh tahapan pemilu 2024. “DIY menjadi salah satu sumber perhatian terkait dengan DPTb [daftar pemilih tambahan] meskipun hanya di titik-titik tertentu," kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih menerapkan WFH bagi ASN. Namun, baru 7,6% pegawai memanfaatkannya meski kuota kerja dari rumah mencapai 25%.
Indonesia bertekad menjadi negara industri modern. Proyek LNG Abadi Masela dinilai penting untuk hilirisasi dan ketahanan energi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Sri Sultan HB X di Jogja, meresmikan program becak listrik dan menanggapi usulan tambahan anggaran IKN.
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.