Advertisement
Bendung Wadas Gugruk di Kulonprogo Resmi Beroperasi, Produksi Pertanian Diklaim Bakal Meningkat
Bendung Wadas Gugruk Kulonpropgo. - Istimewa / DPUPKP Kulonprogo
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo telah selesai membangun bendung bernama Wadas Gugruk di Kalurahan Kebonharjo, Samigaluh beberapa bulan lalu. Saat ini bendung tersebut telah digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kulonprogo, Hadi Priyanto, mengatakan bahwa pembangunan tersebut dilatarbelakangi oleh permintaan warga sekitar menyusul potensi sumber air dari anak Sungai Jamal.
Advertisement
“Ada permintaan dari warga lewat Kalurahan. Peruntukannya untuk irigasi lahan pertanian,” kata Hadi ditemui di kantornya, Kamis (9/11/2023).
Bendung tersebut digunakan untuk menaikkan elevasi air bukan menampung air. Setelah elevasi air naik maka air dapat dialirkan ke lahan pertanian warga yang luasannya mencapai 20 hektar. Dia mengaku air di Bendung tersebut tidak kering meski musim kemarau. “Kondisi saat ini airnya masih ada, tidak kering karena di sana kan daerah tangkapan air,” katanya.
Hadi mengaku pembangunan tersebut menyedot APBD 2023 mencapai Rp250 juta. Pengadaan material dilakukan oleh DPUPKP, sedangkan pembangunan dilakukan oleh warga. Skema pembangunan yang ambil mirip Padat Karya.
“Bendung ini bendung tetap. Jadi sungai membujur kami bendung, airnya naik dan nanti akan diberi pintu penguras. Warga minta yang penting bisa berfungsi dulu,” ucapnya.
BACA JUGA: Sarana Penunjang Embung Mini Kleco Dibangun untuk Kegiatan Ekonomi Warga
Jelasnya, DPUPKP Kulonprogo terus berupaya memanfaatkan sumber air baru ataupun mengoptimalkan pemberian air irigasi ke lahan pertanian yang membutuhkan. Pengoptimalan air dan pemanfaatan sumber air baru penting karena pembangunan infrastruktur di Kulonprogo yang pesat membutuhkan lahan yang luas termasuk lahan pertanian.
Hal itu menyebabkan alih fungsi lahan pertanian yang berakibat pada menurunnya produksi beras sebagai makanan pokok. Sementara jumlah penduduk bertambah tiap tahunnya.
Staf Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kulonprogo, Sugito, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya normalisasi saluran irigasi.
“Ada tenaga operasional yang membersihkan saluran irigasi. Kalau ada yang bersedimen nanti dibersihkan atau normalisasi,” kata Sugito.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan terbangunnya Bendung Wadas Gugruk menjadi upaya mendukung irigasi khususnya irigasi kecil.
“Pembangunan Bendung Wadas Gugruk oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air Sumber Mulyo tentu dapat menambah luas tanam seluas sembilan hektar dan menambah produksi padi di Kulonprogo,” kata Trenggono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
- Malam Hari Jadi Andalan, Girder Tol Jogja Solo Dipasang Lagi
Advertisement
Advertisement







