Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga kanan) saat berkunjung ke press room wartawan Gunungkidul di kompleks Bangsal Sewokoprojo. Senin (13/11/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama jajaran menyempatkan diri mengunjungi ruang wartawan Gunungkidul di kompleks Bangsal Sewokoprojo, Senin (13/11/2023).
Selain untuk bersilahturahmi, kegiatan itu juga memberikan kesempatan kepada awak media untuk mengkritisi secara terbuka. “Silakan dikritik. Ini saya tekankan sejak awal menjabat, saya terbuka terhadap kritik karena juga menjadi tolok ukur kinerja,” kata Sunaryanta, Senin.
Kritikan ini tidak hanya berlaku pada dirinya sendiri. Namun, juga bagi Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta maupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkup pemkab.
“Ini juga menjadi keterbukaan informasi publik. Ya kalau baik, beritakan baik. Tapi kalau buruk maka tidak ada masalah kalau diberitakan apa adanya. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” kata pensiunan TNI ini.
Meski demikian, Sunaryanta menggaris bawahi, setiap kritikan yang diberikan harus berdasarkan fakta-fakta dan bukan sebatas asumsi. “Harus ada buktinya dan terpenting ada konfirmasinya untuk keberimbangan pemberitaan. Kaidah jurnalistik harus dipertahankan dalam setiap pemberitaan,” katanya.
Ketua Forum Wartawan Gunungkidul ‘Wisanggeni’, Yusuf Aditya Putratama berterima kasih atas kesediaan Bupati Gunungkidul bersama-sama jajaran untuk berkunjung ke pressroom wartawan. Menurut dia, Wisanggeni berkomitmen untuk membantu dan mengawal proses pembangunan di Bumi Handayani. “Pers adalah salah satu pilar dari demokrasi. Jadi, kami siap menjalankan tugas sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik,” katanya.
Menurut dia, pada saat sekarang banyak oknum yang mengatasnamakan wartawan. Adapun dari cara kerja sangat jauh dari kode etik jurnalistik.
Sebagai contoh, sambung Adit, di lapangan membawa meteran yang dipergunakan mengukur bangunan yang sedang dibangun. “Yang jelas, itu bukan anggota kami. Kami terus mendorong setiap wartawan yang masuk ke paguyuban untuk terus berpengang pada kode etik jurnalistik dan tidak asal dalam membuat pemberitaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, biaya SIM A dan SIM C.
Pembangunan SPPG di Karangbendo Banguntapan belum jelas. Warga menyoroti lokasi dekat permukiman dan khawatir polusi hingga kekeringan air.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.