34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Tak Dapat Kontrak Baru, Ini Penyebabnya
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga kanan) saat berkunjung ke press room wartawan Gunungkidul di kompleks Bangsal Sewokoprojo. Senin (13/11/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama jajaran menyempatkan diri mengunjungi ruang wartawan Gunungkidul di kompleks Bangsal Sewokoprojo, Senin (13/11/2023).
Selain untuk bersilahturahmi, kegiatan itu juga memberikan kesempatan kepada awak media untuk mengkritisi secara terbuka. “Silakan dikritik. Ini saya tekankan sejak awal menjabat, saya terbuka terhadap kritik karena juga menjadi tolok ukur kinerja,” kata Sunaryanta, Senin.
Kritikan ini tidak hanya berlaku pada dirinya sendiri. Namun, juga bagi Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta maupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkup pemkab.
“Ini juga menjadi keterbukaan informasi publik. Ya kalau baik, beritakan baik. Tapi kalau buruk maka tidak ada masalah kalau diberitakan apa adanya. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” kata pensiunan TNI ini.
Meski demikian, Sunaryanta menggaris bawahi, setiap kritikan yang diberikan harus berdasarkan fakta-fakta dan bukan sebatas asumsi. “Harus ada buktinya dan terpenting ada konfirmasinya untuk keberimbangan pemberitaan. Kaidah jurnalistik harus dipertahankan dalam setiap pemberitaan,” katanya.
Ketua Forum Wartawan Gunungkidul ‘Wisanggeni’, Yusuf Aditya Putratama berterima kasih atas kesediaan Bupati Gunungkidul bersama-sama jajaran untuk berkunjung ke pressroom wartawan. Menurut dia, Wisanggeni berkomitmen untuk membantu dan mengawal proses pembangunan di Bumi Handayani. “Pers adalah salah satu pilar dari demokrasi. Jadi, kami siap menjalankan tugas sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik,” katanya.
Menurut dia, pada saat sekarang banyak oknum yang mengatasnamakan wartawan. Adapun dari cara kerja sangat jauh dari kode etik jurnalistik.
Sebagai contoh, sambung Adit, di lapangan membawa meteran yang dipergunakan mengukur bangunan yang sedang dibangun. “Yang jelas, itu bukan anggota kami. Kami terus mendorong setiap wartawan yang masuk ke paguyuban untuk terus berpengang pada kode etik jurnalistik dan tidak asal dalam membuat pemberitaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 16 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.