Peserta Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Prosesi peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59 di Gunungkidul yang berlangsung di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen. Rabu (15/11/2023). (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 14 puskesmas di Gunungkidul mengembangkan layanan telemedicine. Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan Kesehatan bagi Masyarakat.
Layanan telemedicine bisa diakses di Puskesmas Rongkop, Girisubo, Tepus I, Tepus II, Semanu I, Nglipar I, Paliyan, Playen II. Selain itu, juga ada di Puskesmas Patuk I, Ngawen I, Ngawen II, Semin II, Ponjong I dan Ponjong II.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59 menjadi momentum meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan di Masyarakat. Ia tidak menampik selama terjadi pandemi, sisi kualitas kurang diperhatikan karena difokuskan untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
“Pandemi sudah berlalu dan sekarang saatnya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan Kesehatan di Gunungkidul,” kata Dewi di sela-sela Perigatan Hari Kesehatan Nasional di Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (15/11/2023).
Baca Juga: Bikin Panduan Layanan Puskesmas, Dinkes Jogja Buat Posyandu Percontohan
Dia menjelaskan ada beberapa langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satunya adanya layanan telemedicine di 14 puskemas di Gunungkidul.
Diharapkan dengan layanan ini bisa memberikan kemudahan. Pasalnya, adanya pemanfaatan jaringan teknologi dan informasi, maka pasien dan dokter di puskesmas yang memeriksa secara langsung dapat terhubung dengan dokter spesialis di RSUD Wonosari sehingga bisa memantau, memeriksa dan saling berkonsultasi secara daring.
“Untuk sementara masih untuk layanan kandungan yang dibuka setiap Rabu. Diharapkan program ini bisa meningkatkan Kesehatan ibu dan anak, serta mencegah terjadinya stunting,” kata Dewi.
Baca Juga: Seluruh Puskesmas di DIY Siap Layani Penderita Sifilis
Layanan telemedicine hanya menjadi satu program peningkatan mutu. Hal ini dikarenakan ada upaya lainnya seperti akreditasi puskesmas dan rumah sakit.
Selain itu juga ada pembangunan laboratorium Kesehatan daerah, penambahan ruang rawat inap di RSUD Saptosari maupun penambahan layanan ESWL untuk pengobatan batu ginjal di RSUD Wonosari.
“Tentunya untuk yang di puskesmas juga terus ditingkatkan sarana prasarana guna mempermudah pelayanan ke pasien,” katanya.
Baca Juga: Puskesmas di Sleman Dihujani 7 Tembakan, Polisi Masih Penyelidikan
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung upaya dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan di Masyarakat. Menurut dia, untuk mendukung Indonesia maju tidak hanya mengacu pada ketahanan pangan dan energi.
Namun, kata Sunaryanta, keberadaan layanan Kesehatan dan Pendidikan menjadi faktor yang tidak kalah penting. “Jadi harus terus bertransformasi sesuai dengan perkembangan zaman. Tantangan dan hambatan yang muncul harus diselesaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.