PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Bupati Gunungkidul Suanryanta (kiri) saat berjabat tangan dengan Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad (kanan) dalam penyerahan program CSR di acara Gunungkidul Gayeng Regeng di Alun-Alun Wonosari. Rabu (15/11/2023). (Harian Jogja/David Kurniawan)
GUNUNGKIDUL—BPD DIY menggelar acara Gunungkidul Gayeng Regeng di Alun-Alun Wonosari, Rabu (15/11/2023). Selain dihadiri jajaran Forkompimda Gunungkidul, juga menyedot ribuan pasang mata untuk menyaksikan pesta peringatan ulang tahun ke-62 BPD DIY.
Ada banyak acara dalam kegiatan ini mulai dari bazar UMKM, pentas musik yang menampilkan Kidung Etnosia dan puncaknya menghadirkan NdarBoy. Di sela-sela acara juga ada penyerahan kunci mobil Toyota Voxy sebagai hadiah utama pengundian tabungan Sutera dan Sutera Emas kepada Dwi Astuti, yang merupakan nasabah asal Bumi Handayani.
BPD DIY juga memberikan bantuan program corporate sosial responsibility (CSR) ke Pemkab Gunungkidul senilai Rp1,01 miliar. Selain itu, juga ada penyerahan bantuan mobil pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul.
Adapun program CSR lainnya juga ada bantuan pembangunan taman kuliner di Kalurahan Ngawu, Playen, bantun mesin pembuatan pakan ternak di Kalurahan Pacarejo dan bantuan program jaringan pipanisasi di PDAM Tirta Handayani. Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Masyarakat di Gunungkidul.
Hal ini dibuktikan dengan pemberian program CSR yang rutin diberikan setiap tahun. Sebagai contoh di 2023 ada bantuan CSR ke pemkab senilai Rp1,01 miliar, hibah mobil operasional Disdukcapil, pembangunan taman kuliner di Kalurahan Ngawu hingga penyaluran bantuan mesin produksi pakan dan program pipanisasi PDAM.
Dia menjelaskan pelaksanaan kegiatan Gunungkidul Gayeng Regeng sebagai upaya mendekatkan diri ke nasabah. Selain itu, juga menjadi rangkaian peringatan hari ulang tahun BPD DIY ke-62. Menurut Santoso pemilihan Gunungkidul untuk penyelenggaraan peringatan bukan tanpa alasan. Hal ini tak lepas dari keberhasilan sejumlah program yang dimiliki BPD.
Ia mencontohkan saat ini, Bupati bersama jajarannya sebanyak 7.367 pegawai sudah memakai mobile bangking BPD DIY. Di sisi lain, seluruh kalurahan di Gunungkidul juga sudah menggunakan transaksi nontunai dari BPD.
“Akan terus ditingkatkan karena bentuk komitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik acara Gunungkidul Gayeng Rengeng untuk memperingati hari jadi ke-62 BPD DIY. Ia pun menguncapkan selamat dan berharap kepada BPD untuk terus membantu dalam upaya pembangunan di Gunungkidul.
Ia pun mengakui pelaksaan acara berlangsung meriah karena sejak sore Masyarakat sudah memadati Alun-Alun Wonosari. “Saya tidak akan banyak berbicara karena warga sudah menunggu dimulainya acara. Namun harapannya kepada BPD bisa terus membantu dalam upaya mewujudkan kesejahteraan Masyarakat di Gunungkidul,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.