Advertisement
Pemkab Sosialisasikan Bahaya TPPO ke Anak Sekolah di Pesisir Gunungkidul
Ilustrasi perdagangan manusia. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan tidak ada kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Meski demikian, upaya pencegahan terus dilakukan dengan menyosialisasikan ke sekolah-sekolah.
Sosialisasi salah satunya dilaksankaan di SMK Negeri 1 Sasptosari yang berlangsung, Senin (20/11/2023). Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
Advertisement
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, tidak ada kasus human trafficking atau TPPO. Kendati demikian, potensi ini tetap ada karena beberapa faktor.
BACA JUGA : 8 Warga Jatim Jadi Korban Perdagangan Orang via YIA, Dalihnya Belajar Agama ke Malaysia
Salah satunya menyangkut dengan akses di wilayah pesisir. Dibangunnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang bisa terhubung dengan Yogyakarta International Airport (YIA) maka bisa meningkatkan kerawanan tersebut.
“Gunungkidul juga menjadi tujuan utama wisata di DIY sehingga harus ada kewaspadaan tersendiri,” katanya, Senin siang.
Menurut dia, kerawanan TPPO harus diantisipasi dengan menggelar sosialisasi. Kali ini sosialisasi menyasar ke sekolah dengan harapan para pelajar paham dan bisa menambah wawasan tentang bahaya perdagangan orang ini.
“Tujuannya menumbuhkan sikap agar terhindar atau tidak menjadi bagian dari human trafficking,” ungkapnya.
Kepala SMK Negeri 1 Saptosari, Retno Wahyuningsih menyambut baik adanya sosialisasi tentang pencegahan TPPO. Pihaknya mengakui sering melakukan kegiatan ke luar daerah sehingga berinteraksi dengan banyak orang. “Sosialisasi ini penting karena memberikan pemahaman dan pengetahuan agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal,” katanya.
Menurut dia, dengan dibangunnya jalan berskala nasional di wilayah pesisir Gunungkidul (JJLS) akan memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan anak. “Tentunya sosialisasi atau edukasi tentang informasi positif harus digalakkan sejak dini,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, sosialisasi TPPO yang digelar di sekolah merupakan bentuk kepedulian pemkab untuk memberikan perlindungan ke Masyarakat. Pasalnya, hasil dari kegiatan ini bisa menambah wawasan sehingga jadi pedoman agar tehindar dari kasus perdagangan orang.
BACA JUGA : Waga Bantul Diminta Waspada Kejahatan Perdagangan Orang
“Semakin banyak literasi maka wawasannya juga bertambah. Tujuannya tentu memberikan pemahaman bagi para siswa tentang bahaya TPPO sehingga perlu dicegah sejak dini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Muncul Antraks, DPRD DIY Kebut Raperda Keamanan Pangan Hewani
- Polisi Endus Unsur Pidana dalam Kasus Laka Pembalap Aldi Satya
- Dinkes Kota Jogja Siapkan Tiga Pos Kesehatan di Kawasan Malioboro
- Libur Lebaran 2026, Prambanan Siap Tampung Lonjakan Wisatawan
- Exit Tol Purwomartani Berhasil Kurangi Kepadatan Arus di Prambanan
Advertisement
Advertisement









