Unisa Yogyakarta Gencarkan Kampanye Antijudol
Transaksi Judi Online Tembus Rp1.200 Triliun, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Perkuat Kampanye Pencegahan
Suasana Rakor Sinergitas Percepatan Pembentukan Kelompok Jagawarga dan peluncuran pakaian tradisional Satpol PP DIY pada Jumat (24/11/2023).(Harian Jogja/Catur Dwi Janati)
SLEMAN—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menggelar Rakor Sinergitas Percepatan Pembentukan Kelompok Jaga Warga. Tak hanya berdiskusi untuk mewujudkan akselerasi terbentuknya Jaga Warga, agenda ini sekaligus menjadi momen peluncuran pakaian tradisional Satpol PP DIY. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Dana Keistimewaan DIY.
Plt. Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan saat ini Jaga Warga yang telah terbentuk di DIY mencapai 72%. Meski terbilang cukup tinggi, Satpol PP mengejar target 100% terbentuknya Jaga Warga di padukuhan, kampung maupun RW di DIY.
“Jadi hari ini kan rakor antara provinsi dengan kabupaten kita terkait dengan percepatan pembentukan Jaga Warga. Karena yang sudah ke kami datanya hari ini kan baru terbentuk 72 persen dari keseluruhan Padukuhan, Kampung dan RW. Sehingga kita masih ada PR lebih kurang sekitar 28 persen kelompok Jaga Warga untuk harus segera dibentuk,” kata Noviar di LPP Garden pada Jumat (24/11/2023).
Noviar menjelaskan saat ini terjadi perubahan dari Pergub. No.28/2021 terkait dengan Jaga Warga menjadi Pergub. No.41/2023 tentang Kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga.
Omah Jaga Warga merupakan forum di tingkat kalurahan yang berisi kelompok Jaga Warga, Polisi RW, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas. “Sehingga di situ ada di kesatupaduan di tingkat Kalurahan,” kata dia.
“Khusus untuk Omah Jaga Warga itu baru terbentuk 41 kalurahan dari 438 kelurahan dan kalurahan se-DIY. Sehingga ini juga didorong untuk segera pembentukannya,” ujarnya.
Noviar berharap dalam rangka menghadapi Pemilu nanti keamanan dan ketertiban umum bisa sama-sama terjaga. Dalam hal ini dalam wadah Jaga Warga dan Omah Jaga Warga.
“Kondisinya sekarang kemungkinan banyak yang sudah membentuk tetapi belum dikukuhkan oleh pemerintah kabupaten/kota. Sehingga datanya tidak masuk ke kami.”
Keberadaan Jaga Warga, kata Noviar, sangat penting mengingat jumlah anggota Satpol PP, Polri dan TNI yang terbatas. Sementara jangkauan atau rentang kendalinya sangat luas. “Masyarakat terbawah tentu
saja yang lebih dekat adalah kelompok Jaga Warga. Karena mereka ada di padukuhan dan mereka dibentuk dari masyarakat sendiri dan dia yang lebih paham karakternya masyarakat yang di bawah mereka itu seperti apa,” ungkapnya.
“Sehingga kelompok Jaga Warga ini menjadi garda terdepan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban umum,” ujarnya.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Satpol PP DIY, Anastasia Indah Dwi Wijayanti, menyampaikan rakor ini dilaksanakan untuk mempercepat pembentukan Jaga Warga di DIY agar mampu mencapai target 100% di 2024. Selain itu, Anastasia menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas Kebudayaan atas dukungannya terhadap Jaga Warga dan juga Satpol PP melalui Dana Keistimewaan. “Pembentukan Jaga Warga ini didukung oleh Dana Keistimewaan juga pada hari ini kami akan meluncurkan pakaian tradisional Satpol PP yang juga dibiayai dari Dana Keistimewaan,” ungkapnya.
Pakaian tradisional Satpol PP, ujar Anastasia, model dan desainnya dirancang oleh pihak Kraton. Pakaian ini akan digunakan pada saat hari besar, hari tradisional juga pada saat Kamis pahing. “Kenapa pakaian ini kita luncurkan karena Jogja sebagai daerah memiliki keistimewaan juga dengan kearifan lokalnya diharapkan bisa menjadi pionir percontohan untuk daerahdaerah lain untuk menumbuh kembangkan kearifan lokal di daerahnya masing-masing,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transaksi Judi Online Tembus Rp1.200 Triliun, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Perkuat Kampanye Pencegahan
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Korban tewas gempa Venezuela pada 24 Juni bertambah menjadi 4.333 orang. Lebih dari 18.000 warga masih tinggal di penampungan sementara.
Jamwas Kejaksaan Agung Rudi Margono memastikan Febrie Adriansyah diproses secara pidana dan etik. Status pemberhentian masih menunggu Keppres.
Pemkab Blora segera mengoperasikan bus sekolah gratis bantuan Kemenhub di rute Kunduran-Blora setelah APBD Perubahan 2026 disahkan.