Saat Industri Memberi Garansi, Axioo Memberi Perlindungan
Pertama di Indonesia, Perlindungan Menyeluruh Hingga 3 Tahun terhadap Risiko Kerusakan dan Kehilangan
Perwakilan dari Forum Zakat berfoto bersama saat kunjungan ke Harian Jogja, Selasa (28/11/2023). /Harian Jogja-Sunartono.
JOGJA—CEO Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Forum 2023 digelar di Hotel Grand Rohan Jogja pada Rabu (29/11/2023) hingga Kamis (30/11/2023). Kegiatan rutin Forum Zakat (FOZ) ini mempertemukan OPZ seluruh Indonesia mendiskusikan berbagai penguatan ekosistem zakat.
Media Relation Manager FOZ Nasional Novi Rina Wati menjelaskan saat ini ada sekitar 194 OPZ seluruh Indonesia yang tergabung di Forum Zakat. Perwakilan maupun pimpinan akan hadir dalam CEO OPZ Forum 2023 untuk melakukan diskusi berbagai hal tentang zakat. Khususnya untuk memperkuat ekosistem zakat di tanah air.
BACA JUGA : Wajib Tahu! Ini Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
“CEO OPZ Forum ini sebenarnya agenda tahunan, sharing session, beberapa diskusi tentang berbagai hal terkait zakat. Tetapi konsentrasi dalam forum pada saat pertemuan ini tentang gerakan mempersiapkan Indonesia Emas 2045,” katanya dalam kunjungannya di Kantor Harian Jogja, Selasa (28/11/2023).
Ia menambahkan dalam pertemuan itu akan mengupayakan penguatan ekosistem zakat. Karena saat ini masih ada beberapa lembaga yang terkendala dalam mengurus perizinan. Harapannya lewat pembahasan di forum itu dapat tercipta ekosistem zakat yang ramah bagi semua pihak, baik dari sisi pemberi zakat maupun pengelola zakat. Sehingga perputaran zakat menjadi lancar dan aman serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Pengelolaan dan penguatan ekosistem zakat menjadi penting dalam mengoptimalisasi pengelolaan zakat nasional, sehingga gerakan zakat dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan negara dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ketua Forum Zakat Wilayah DIY Warnitis menambahkan, saat ini memang masih ada lembaga amil zakat (LAZ) yang belum memiliki kelengkapan izin. Oleh karena itu FOZ berusaha memberikan pendampingan melalui advokasi karena regulasi terkait perizinan saat ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola zakat.
“Tentu yang diharapkan adalah ekosistem zakat yang juga ramah terhadap pengelola. Ada pengawalan terkait mengurus legalitas, LAZ di DIY banyak sekali. Ratusan, tidak semua terekam ada legalitas. Kami FOZ di wilayah berusaha mengawal dan mendampingi seperti apa sampai dapat legalitas,” ujarnya.
BACA JUGA : Luar Biasa! Bank BPD DIY Salurkan Zakat Senilai Rp1,1 Miliar
Selain advokasi, Forum Zakat juga konsentrasi terhadap pengembangan kapasitas untuk memastikan profesi amil bisa bekerja secara profesional, akuntabel dan tersertifikasi. Hal ini penting untuk memberikan kepercayaan publik.
Selanjutnya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya pemerintah, agar berbagai program khususnya terkait kebencanaan seperti penyaluran bantuan bisa dikoordinasikan dengan baik dan diketahui secara langsung oleh pemerintah. “Kemudian kami juga melakukan inovasi pada setiap tim-tim pengelola zakat. Jadi itu konsen kami ada empat pengembangan kapasitas, advokasi, kolaborasi dan inovasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertama di Indonesia, Perlindungan Menyeluruh Hingga 3 Tahun terhadap Risiko Kerusakan dan Kehilangan
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Satlantas Gunungkidul akan menindak tegas motor tanpa spion, pelat nomor, dan knalpot blombongan demi keselamatan lalu lintas.
PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan ikut ambil bagian dalam Program 2.000 Pohon untuk Kaltim.
DPR minta Polri usut dugaan uang Rp20 juta ke mahasiswa UBK saat aksi demo secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.
Wagub DIY Paku Alam X ikut Sensus Ekonomi 2026 dan ajak warga Jogja berikan data jujur demi kebijakan ekonomi tepat sasaran.