Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Amunisi dan magasin yang diserahkan Danramil Sanden, Kapten Arm. Joko Novianto kepada Polsek Sanden, Rabu (29/11/2023)/Istimewa-Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Polsek Sanden menerima puluhan butir amunisi dan satu buah magasin yang ditemukan di rumah warga. Amunisi pertama kali ditemukan oleh pengepul rosok ketika sedang membersihkan rumah di Tegalrejo, Srigading, Sanden.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan penemuan tersebut meliputi 87 buah kaliber 9 mm, satu buah kaliber 38 mm dan sebuah magasin berisi peluru sejumlah 11 butir kaliber 9 mm. “Sudah diserahkan oleh Danramil Sanden, Kapten Arm. Joko Novianto ke Polsek Sanden,” ujarnya, Rabu (29/11/2023).
Dia menceritakan kronologi penemuan tersebut ketika seorang pengepul rongsok bernama Slamet Hariyadi membersihkan gudang dan membeli barang bekas yang sudah tidak terpakai di warung milik warga Sanden, Indun.
Pengepul tersebut mulai membersihkan pukul 17.00 WIB yang kemudian mendapati kaos kaki yang terasa berat. Setelah dicek, ternyata isinya adalah amunisi dan magasin. “Karena pemilik rumah merasa takut kemudian amunisi tersebut diserahkan kepada pengepul untuk dibawa pulang,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Amunisi Ditemukan di Pekarangan Rumah Warga Imogiri, Begini Kondisinya
Pengepul tersebut selanjutnya menyampaikan kepada anggota Koramil Jetis terkait penemuan peluru tersebut yang kemudian disampaikan kepada Danramil Sanden. Setelah diserahkan ke Polsek Sanden, polisi pun mendatangi rumah tempat penemuan amunisi tersebut.
“Benar bahwa amunisi tersebut dari rumahnya yang kemungkinan amunusi tersebut milik almarhum bapaknya yang merupakan purna aggota Polri. Selanjutnya utk keamanan amunusi diserahkan dan di bawa ke unit Kamneg Satintelkam Polres Bantul,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.