Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah DIY. Potensi cuaca ini diperkirakan akan terjadi selama tiga hari ke depan dari 30 November hingga 2 Desember 2023.
Potensi cuaca tiga harian di DIY dirilis dalam laman resmi Stasiun Metrologi Yogyakarta, BMKG. Pada 30 November 2023, BMKG memprediksi berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara dan Timur, Kulonprogo bagian Utara dan Gunungkidul bagian Utara
Demikian pada 1 Desember 2023 juga diprediksi berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja Sleman, Bantul bagian Utara dan Timur Kulonprogo bagian Utara dan Gunungkidul bagian utara dan timur.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba, Pelaku wisata Air Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Kemudian pada 2 Desember 2023, "Berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian Utara dan Timur, Kulon Progo bagian Utara dan Gunungkidul bagian Utara," tulis BMKG seperti dikutip Harian Jogja, Kamis (30/11/2023)
BMKG merekomendasikan masyarakat agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan musim hujan di DIY sudah dimulai pada dasarian atau sepuluh hari pertama November hingga Desember 2023 dasarian pertama.
Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Februari 2024. Sementara akhir musim hujan diprediksi terjadi pada dasarian III April 2024.
Hasil analisis BMKG menyebutkan bahwa pada Desember curah hujan berada di angka 201 mm sampai 400 mm per bulan dan Januari 200 mm sampai 400 mm per bulan. Angka ini termasuk menurun dibandingkan masa normal lantaran adanya dampak El Nino. "Di masa normal curah hujan DIY berada di angka sekitar 500 mm per bulan bahkan lebih pada bulan Desember," kata Reni kepada Harian Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.