Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Petugas Dinas Perhubungan Bantul melaksanakan pemeliharaan rutin halte, beberapa waktu lalu./istimewa - Dishub Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Beberapa halte di Bantul mengalami kerusakan dan dicoret-coret. Dinas Perhubungan Bantul pun telah melaksanakan pemeliharaan rutin dan mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum ini.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Bantul, Toto Pamudji Rahardjo, menjelaskan Dinas Perhubungan secara rutin melaksanakan pemeliharaan semua halte bus di Bantul. “Perawatan halte rutin setiap tahun kita anggarkan khusus pemeliharaan halte,” katanya, Minggu (3/11/2023).
Di Bantul, total ada sebanyak 20 halte yang masih aktif beroperasi dan dipelihara rutin. Walau selalu dirawat, namun kondisi halte-halte tersebut beberapa mengalami kerusakan dan kotor oleh coretan. “Hanya saja ada beberapa masyarakat yang kurang kesadaran sehingga sering halte dicorat coret, dirusak, Digambar graffiti tidak jelas,” ujarnya.
Kerusakan juga bisa terjadi karena ketidaksengajaan pengguna jalan, namun tidak dilaporkan dan ditinggal begitu saja. “Ada yang tdak sadar sehingga merusak, tidak melaporkan kemudian ditinggal. Kemaren di terminal ada yang kesenggol plang namanya, tulisan halte rusak,” paparnya.
Maka ia mengimbau masyarakat agar memiliki kesadaran untuk turut menjaga kondisi halte, bukan merusaknya. “Kami mohon kesadaran untuk menjaga merawat memelihara milik bersama. Halte dibangun untuk warga Bantul yang menggunakan sarana transportasi darat,” kata dia.
BACA JUGA: Rute Bus Trans Jogja Menuju Lokasi Wisata Prambanan dan Malioboro
Untuk menanggulangi hal tersebut Dinas Perhubungan Bantul sudah mencoba memulihkan dengan merehab dan memelihara semaksimal mungkin. Namun dengan petugas dan anggaran yang terbatas, peran masyarakat untuk turut menjaga tetap diperlukan.
Diharapkan dengan kondisi halte yang baik, pelayanan transportasi umum bus pun akan maksimal. “Kami mohon warga turut memelihara dan menjaga keberadaan milik bersama ini. Semata mata untuk memberi pelayanan terbaik untuk warga Bantul,” ungkapnya.
Di Bantul saat ini terdapat enam armada bus Trans Jogja dan lima armada bus dari Organisasi Angkutan Darat (Organda). Pengguna bus terutama Trans Jogja masih cukup banyak di Bantul, sementara untuk bus organda tidak setiap hari beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.