Advertisement

39 Fasilitas Kesehatan Terbaik di Sleman Diganjar Penghargaan

Media Digital
Selasa, 05 Desember 2023 - 17:47 WIB
Arief Junianto
39 Fasilitas Kesehatan Terbaik di Sleman Diganjar Penghargaan Para peraih Faskes Award berfoto bersama. - Istimewa

Advertisement

SLEMAN—BPJS Kesehatan Cabang Sleman terus berupaya mendorong fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama untuk terus berkomitmen dengan meningkatkan mutu dan kualitas layanan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sebagai bentuk apresiasi kepada faskes yang berkomitmen, BPJS Kesehatan Cabang Sleman mengadakan ajang Faskes Award 2023 dengan tema Strategi Peningkatan Layanan yang Mudah, Cepat, dan Setara, Senin (4/12/2023).

Advertisement

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, M. Idar Aries Munandar mengatakan award ini merupakan bentuk apresiasi BPJS Kesehatan kepada faskes baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan meningkatkan hubungan kemitraan.

“Ini merupakan apresiasi tahun kedua di tingkat cabang, setelah sebelumnya tingkat nasional telah memberikan award pada September 2023. Untuk selanjutnya kegiatan award tingkat kantor cabang seperti ini akan dilakukan rutin setiap tahunnya untuk memberikan apresiasi bagi faskes terbaik berdasarkan kategori indikator utilisasi dari Januari-November 2023. Selain itu, tujuannya menjadikan teladan dan motivasi bagi faskes lainnya untuk selalu memberikan layanan terbaik yang dicerminkan dari indikatorindikator utilisasi dan meningkatkan kemitraan antara faskes, stakeholder dan BPJS Kesehatan,” ungkap Nandar.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Sleman berkesempatan memberikan apresiasi kepada 39 faskes yang memiliki pencapaian tertinggi dalam pelayanan kepada peserta JKN.

Ke-39 faskes tersebut dinilai berdasarkan kriteria tertentu. Untuk FKTP ada delapan kategori yakni capaian skrining kesehatan terbaik, Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), optimalisasi rasio rujukan, antrean online aplikasi Mobile JKN, pemenuhan indikator kepatuhan FKTP, apotek terbaik pelaksana Program Rujuk Balik (PRB) MTM, laboratorium terbaik penunjang skrining promotif preventif dan inovasi.

Sedangkan untuk FKRTL ada lima kategori, yakni tata kelola pengajuan klaim, antrean online aplikasi Mobile JKN, optimalisasi pemanfaatan Portal Informasi Faskes (PIF), pemenuhan indikator kepatuhan FKRTL dan Inovasi.

“Per Desember 2023, kami bekerja sama dengan 205 FKTP. Terdiri dari 46 puskesmas, 71 Dokter Praktik Mandiri, 20 dokter gigi, 44 Klinik Pratama, tujuh klinik TNI/Polri, 12 Apotek PRB, lima laboratorium dan 36 FKRTL terdiri dari dua rumah sakit kelas A, lima rumah sakit kelas B, sembilan rumah sakit kelas C, 18 rumah sakit kelas D dan dua Klinik Utama yang tersebar di Sleman dan Kulonprogo. Kami memilih 39 faskes terbaik di masing-masing kriteria yang ditentukan. Mudah-mudahan ini menjadi percontohan dan penyemangat bagi fasilitas kesehatan yang lain untuk terus meningkatkan mutu layanan kepada peserta JKN serta melahirkan inovasi dan komitmen faskes dalam pelayanan sehingga masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan standar dan bermutu,” ujar Nandar.

Dia juga menyampaikan, salah satu kategori inovasi dinilai berdasarkan faskes yang mengirimkan portfolio berupa video maupun poster gambaran inovasi yang dilakukan di masing-masing faskes.

Pemenang kategori FKTP yaitu Puskesmas Tempel I dengan judul inovasi Tekon Mas Beken, inovasi tentang pelayanan lanjutan yang didapatkan setelah peserta melakukan konsultasi online melalui Mobile JKN dan kategori FKRTL adalah RS Panti Nugroho dengan judul inovasi Layanan Obama (Obat dan Makanan Diantar Sampai ke Rumah), inovasi tentang pengantaran obat dan makanan diet pasien, memberikan kemudahan kepada pasien untuk dapat segera istirahat tanpa menunggu antrean obat, dan saat obat atau makanan diet telah siap maka kami antar sampai ke alamat tujuan.

“Program JKN ini bukan hanya milik BPJS Kesehatan, bukan hanya milik faskes atau Kementerian Kesehatan. Program JKN ini milik kita bersama dan kita sedang berada di kapal yang sama. Keberlangsungan atas program ini juga merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan Award ini, wujud apresiasi kami untuk seluruh mitra JKN untuk bersama mengawal JKN dan menjadikan Indonesia yang lebih sehat,” tutup Nandar.

BACA JUGA: Tak Perlu Pusing Saat Sakit, Ada BPJS Kesehatan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi menyampaikan enam pilar transformasi kesehatan Indonesia salah satunya layanan kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas serta penguatan pemberdayaan masyarakat, tersedianya pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas juga merupakan salah satu enam pilar dari transformasi pelayanan kesehatan yang didukung oleh pembiayaan, SDM, tata kelola, inovasi dan teknologi kesehatan, ini arah kebijakan untuk pelayanan kesehatan.

“Kami berharap sesuai RPJMN tahun 2020-2024, yang hampir berakhir pada Oktober 2024, agar layanan kesehatan primer dan rujukan itu sasarannya adalah penguatan sistem kesehatan dan pengawasan obat dan makanan. Lebih diperkecilkan lagi adalah FKTP dan FKRTL yang terakreditasi. Diharapakan FKTP dan FKRTL sampai dengan akhir Desember tahun 2023 sudah terakreditasi semua,” ungkap Anung.

Dia menambahkan, untuk rumah sakit atau FKRTL di DIY tidak menjadi masalah, tetapi untuk FKTP, akan diprioritas utama adalah puskesmas.

Untuk klinik pratama yang jadi masalah karena sangat banyak klinik di DIY sekitar 200-300 klinik. “Di tahun ini kami akan mendorong, mendampingi terlebih dahulu untuk akreditasi klinik pratama yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Ternyata seluruh klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sudah mendaftar ke Data Fasyankes Online (DFO), berarti mereka sdh persiapan,” ucap Anung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement