Advertisement

Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Menurut Pakar

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 08 Desember 2023 - 09:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Menurut Pakar Kegiatan Healing for a Better World yang digelar Kadin DIY bersama Yayasan Anand Ashram di Loman Park Hotel, Kamis (7/12 - 2023). Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Transformasi teknologi yang terjadi begitu cepat turut mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Jika tidak mampu mengimbangi gerak cepat perubahan dan tidak memiliki mental yang kokoh, maka kondisi kejiwaan seseorang akan terganggu.

Tokoh humanis spiritual Anand Krishna mengatakan isu kesehatan mental masih perlu terus disuarakan. Masalah kesehatan mental terjadi terutama di kota-kota besar. Sudah waktunya, masyarakat terus menyuarakan masalah kesehatan mental.

Advertisement

"Di kota-kota besar di dunia gangguan kesehatan mental bisa terjadi 5/6 kasus per 10 orang. Kalau ini terjadi maka kita akan kehilangan main power, human resources, muda mudi kita," kata Anand Krishna di sela kegiatan Healing for a Better World yang digelar Kadin DIY bersama Yayasan Anand Ashram di Loman Park Hotel, Kamis (7/12/2023).

Anand mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan mental adalah distrupsi yang terjadi saat ini. Perubahan cepat akibat perkembangan teknologi saat ini berdampak banyak pada kehidupan masyarakat. Kondisi ini berbeda dengan saat dulu di mana perubahan terjadi secara pelan.

"Banyak yang tidak siap secara mental dan emosional menghadapi perubahan zaman. Maka kuncinya adalah dengan memperkuat kesehatan mental melalui pendidikan, mempersiapan anak-anak untuk bisa tangguh menghadapi perubahan itu," katanya.

BACA JUGA: Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa Mahasiswa

Dia menyoroti betapa bahayanya penggunaan Ponsel Pintar bagi anak-anak. Pasahal, kata Anand, salah satu negara di Eropa sudah mengharamkan penggunaan Ponsel untuk anak-anak seusia SD dan SMP. "Negara Eropa sudah melihat betapa bahayanya ketika anak tergantung pada satu gadget di mana semuanya sudah ada di tangan dia. Anak-anak tidak mau berinteraksi dan mencari hal baru di sekitarnya," kata Anand.

Ditegaskan Anand, dalam menjalankan kehidupan manusia harus siap baik secara fisik maupun mental. Kesiapan fisik bergantung juga dengan kesiapan mental. "Kalau bicara mental harus sepaket dengan emosi. Tanpa itu, fisik kita akan drop dan kreatifitas akan mengalami gangguan," kata Anand.

Guru Besar UNY Prof. Putu Sudira mengatakan untuk meningkatkan kesehatan mental maka seseorang perlu terus melakukan penguatan mental, meningkatkan kemampuan fisik, berfikir atau pun pengetahuan. "Hidup di era saat ini membangun kesadaran untuk penguatan mental perlu terus dilakukan. Salah satunya mengenali tujuan hidup dengan berbagai velue," katanya.

Menurutnya, gangguan kesehatan mental lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Selain itu, lemahnya kesadaran anak pada aspek spiritual. "Anak-anak spiritnya lemah, lebih dielaborasi pada hal-hal duniawi. Maunya senang. Saat menghadapi kesusahan langsung terbanting. Maka penguatan mentalnya perlu dilatih," katanya.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Bappeda DIY Tri Saktiyana. Menurutnya, kesehatan mental ini sering tidak disadari oleh masing-masing individu. Di Gunungkidul ada istilah pulung gantung akibat tidak kuat tekanan ekonomi dan sosial, menjadi tanggungjawab bersama.

"Kami siapkan layanan kesehatan mental mulai dari puskesmas hingga RS Grhasia. Untuk upaya preventif perlu terus dilakukan upaya kesadaran masyarakat menjaga kesehatan mental. Misalnya healing sebelum mengalami gangguan serius," katanya.

BACA JUGA: WHO: Kesepian Jadi Masalah Kesehatan Mental yang Berbahaya di Dunia

Pemda DIY, katanya, sudah memiliki Perda No.13/2022 terkait dengan kesehatan mental. Perda ini memberikan pedoman untuk kesehatan mental terjaga secara sistemik. Kesehatan mental harus menjadi perhatian semua pihak, bukan cuma pemerintah saja. "Fasilitas kesehatan jiwa di wilayah DIY sudah kami sediakan termasuk layanan konseling dan sebagainya untuk membantu masyarakat," katanya.

Ketua Panitia Kegiatan Healing for a Better World, Rommy Heryanto mengatakan, kegiatan tersebut digelar tidak hanya membahas kesehatan mental dalam bentuk talkshow tetapi juga latihan meditasi yang langsung dipimpin oleh Anand Khrisna. Kegiatan tersebut digelar oleh Kadin DIY bersama Yayasan Anand Ashram. "Tujuannya untuk membangun karakter Satriya yakni sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh," katanya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 200 orang dengan latar belakang berbeda, mulai pemerintahan, dunia pendidikan dan dunia usaha. "Membangun kesehatan mental menjadi penting untuk membentuk SDM DIY yang kuat, unggul dan istimewa," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement