Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pencarian seorang pelajar yang terseret arus di pantai Parangtritis masih terus dilakukan. Hari ini, Jumat (8/12/2023) merupakan hari kedua pelajar berinisial MFA, 14 asal Surakarta itu. Tim SAR pun belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis, M Arief Nugroho, menjelaskan pencarian masih diteruskan pada hari kedua. “Masih dilakukan, hari ini masih proses pencarian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/12/2023) siang.
Sampai saat ini tim pencari belum menemukan keberadaan maupun petunjuk keberadaan korban, sehingga upaya pencarian masih akan terus berlangsung. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) SAR Satlinmas, pencarian dilakukan hingga hari ketiga.
Namun, jika keluarga masih menghendaki pencarian, maka pencarian akan terus dilanjutkan. “Prosesnya lama, untuk proses sesuai SOP itu tiga hari. kalau keluarga masih menghendaki, nanti kami tambah dua hari lagi. Jika dua hari belum ketemu lagi nanti kami tambah dua hari lagi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tim SAR Kerahkan 2 Jetski untuk Cari Korban Terseret Ombak Parangtritis
Satu pelajar yang belum ditemukan yakni Muhammad Faizal Anwar, 14. Adapun dua pelajar lainnya yang terseret arus namun berhasil diselamatkan, kondisinya dipastikan sehat. “Sehat wal afiat, kemaren langsung balik,” katanya.
Seperti diketahui, tiga pelajar dari MTS Muhammadiyah Surakarta dilaporkan terseret arus ketika sedang bermain di pantai Parangtritis, Kamis (7/12/2023) pukul 10.00 WIB. Dua pelajar berhasil diselamatkan tak lama setelah kejadian, sementara satu pelajar tidak ditemukan.
Adapun para korban tersebut datang ke pantai Parangtritis beserta rombongan dari sekolah menggunakan bus dengan jumlah rombongan 58 orang, yang terdiri dari 43 siswa dan 15 pendamping.
Saat siswi putri berfoto bersama, beberapa siswa putra bermain air. Tiga siswa bermain air terlalu masuk ke laut, sehingga berada di wilayah palung. Saat itu lah ketiga korban terbawa arus ke tengah laut dan tenggelam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak tercatat di Bantul hingga Juli 2026. Kekerasan verbal menjadi salah satu kasus dominan.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Kasus leptospirosis di Jogja mencapai 23 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes mengingatkan warga waspada menjelang musim hujan.
Yamaha kembali menggelar Clan of Classy Vol.3 di Yogyakarta pada 13–14 September 2026.
Aktivis Jogja menyurati MPR dan DPD RI untuk meminta program MBG dihentikan karena menyoroti kasus keracunan dan dugaan pelanggaran HAM.