Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto yang didampingi Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Kapanewon Tepus, Jumat (8/12/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 710.000 sertifikat tanah dibagikan melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Gunungkidul. Terbaru, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto membagikan 503 sertifikat tanah ke warga Kapanewon Tepus, Jumat (8/12/2023).
Dalam pembagian sertifikat tanah dalam program PTSL ditargetkan Gunungkidul mendapat jatah 842.000 sertifikat tanah yang dibagikan ke warganya. Sehingga realisasi program PTSL ini sudah mencapai 85%.
Dalam pembagian sertifikat tanah di Kapanewon Tepus itu, Menteri Hadi Tjahjanto melakukannya secara pintu ke pintu rumah warga. Program PTSL dengan membagikan sertifikat tanah, jelas Hadi, akan berdampak langsung ke pembangunan dan ekonomi masyarakat.
Hadi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul dari program pembagian sertifikat ini mencapai nilai Rp1 triliun. “Sertifikat tanah jadi hal penting untuk terus mengembangkan pembangunan wilayah, terutama mendongkrak ekonomi masyarakat,” jelasnya, Jumat siang.
Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dibagikan Kementerian ATR/BPN, jelas Hadi, memudahkan akses masyarakat luas untuk meningkatkan taraf hidupnya. Dimana dicontohkan oleh Hadi bahwa dengan SHM itu, dapat dilakukan perbaikan rumah, unit usaha, atau lainnya sehingga ekonomi warga dapat terus meningkat.
"Misalnya di desa ini kan merupakan tujuan wisata, sehingga sertifikat dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Memperbaiki homestay untuk wisatawan sehingga ekonomi akan langsung naik," kata Hadi.
BACA JUGA: Menteri ATR/BPN Jelaskan Manfaat Sertifikat Tanah Elektronik Dihadapan Taruna-Taruni STPN Jogja
Bupati Gunungkidul, SUnaryanta yang turut hadir dalam kegiatan pembagian sertifikat tanah di Kapanewon Tepus itu sepakat dengan Hadi. Dimana SHM yang sudah diterima bisa jadi aset warga yang dapat diagunkan untuk modal pengambangan ekonomi.
Namun, Sunaryanta menegaskan warga perlu berhati-hati dengan mengagunkan SHM yang sudah diterima itu. “Harus dipastikan mengagunkan dengan kemampuan bayar hutangnya berimbang, jangan sampai tidak bisa melakukan pengembalian lalu SHM berpindah kepemilikan padahal aset yang penting dan sangat berharga,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.