Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Polda terjunkan tim untuk menyelidiki dugaan peretasan ponsel dan WA milik Butet Kartaredjasa./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Polda DIY menurunkan tim gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan terganggunya ponsel dan aplikasi Whatsaap milik seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa, Minggu (10/12/2023).
Melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu, Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Nugroho Arianto menyampaikan bahwa respons yang dilakukan Polda DIY merupakan salah satu tugas polisi terhadap aduan masyarakat, termasuk yang disampaikan oleh Butet.
Nugroho menerangkan bahwa sejak Sabtu (9/12/2023) tim gabungan Ditreskrimum dan Ditreskrimsus telah melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan nomor Whatsapp Butet terhubung dengan device lain.
Menurut dia, kejadian ini adalah illegal access terhadap aplikasi Whatsapp milik Butet yang bisa disalahgunakan. “Oleh sebab itu Polda DIY akan menindaklanjuti permasalahan ini hingga tuntas.”
Sebelumnya, Butet Kartaredjasa sempat mengaku komunikasinya melalui ponsel dan Whatsapp tengah dilumpuhkan. "HP/WA DILUMPUHKAN. Mulai pagi ini akses komunikasi kepadaku sedang dilumpuhkan. Silakan yang mau kontak ke nomor rumah atau nomor Bojo," ujar Butet dalam unggahan di Instagram, Sabtu (9/12/2023).
Butet memang tengah jadi sorotan atas pengakuannya yang merasa telah diintimidasi oleh polisi. Dia mengaku diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak menampilkan adegan berbau politik dalam pentas teater berjudul Musuh Bebuyutan yang digelar di Taman Ismail Marzuki pada awal Desember lalu.
Padahal, sejak awal, tema yang diusung Butet dalam pentas tersebut adalah pertarungan politik yang terjadi di antara dua pihak yang sebelumnya bersahabat. Butet mengaku penandatanganan surat pernyataan itu berkaitan dengan penerbitan izin pentas.
BACA JUGA: Butet Tetap Mengaku Diiintimidasi saat Pentas Teater TIM Meski Polisi Membantah
Sementara itu, Kapolresta Metro Jakarta Pusat, Susatyo menerangkan bahwa pada awalnya surat izin keramaian acara tersebut diterbitkan dari Polda Metro Jaya yang kemudian ditembuskan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Berdasarkan surat tersebut, Susatyo kemudian menerbitkan surat perintah pengamanan. Sebab, acara yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki itu merupakan wilayah hukum dari Polres Metro Jakarta Pusat.
"Kegiatan-kegiatan masyarakat di wilayah Jakpus baik itu berupa seni budaya dan sebagainya, tentunya kami harus menjamin bahwa kegiatan tersebut berlangsung dengan aman," kata Susatyo kepada wartawan, Selasa (5/12/2023).
Berlandaskan acara sebelumnya di TIM, Polisi memastikan kelancaran acara mulai dari kedatangan hingga berlangsungnya kegiatan. Tentunya, dalam hal ini kepolisian berkoordinasi dengan pengelola TIM.
"Sehingga tidak ada, kami tidak menyentuh pada aspek materi, apalagi perizinan. Apalagi perizinan sudah dibahas pada saat panitia mengajukan perizinan. Sehingga kami fokus pada pengaman kegiatan termasuk tamu-tamu yang datang," jelasnya.
Di sisi lain, Sekretariat Kayan Production selaku penyelenggara, Indah menegaskan acara Indonesia Kita yang bertajuk Musuh Bebuyutan itu tidak ada intervensi yang dilakukan pihak kepolisian sebagaimana isu beredar.
"Hanya mau menyampaikan bahwa saya memang yang melakukan pengurusan terkait surat-surat perizinan ke kepolisian. Lalu tidak ada intimidasi dalam penandatanganan surat tersebut," tutur Indah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026, tarif mulai Rp12.000 ke Parangtritis, Drini, Obelix Sea View dari Malioboro. Hemat dan praktis.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.