Advertisement

Butet Mengaku WA Diretas, Polda DIY Terjunkan Tim Khusus

Arief Junianto
Minggu, 10 Desember 2023 - 16:47 WIB
Arief Junianto
Butet Mengaku WA Diretas, Polda DIY Terjunkan Tim Khusus Polda terjunkan tim untuk menyelidiki dugaan peretasan ponsel dan WA milik Butet Kartaredjasa. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Polda DIY menurunkan tim gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan terganggunya ponsel dan aplikasi Whatsaap milik seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa, Minggu (10/12/2023).

Melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu, Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Nugroho Arianto menyampaikan bahwa respons yang dilakukan Polda DIY merupakan salah satu tugas polisi terhadap aduan masyarakat, termasuk yang disampaikan oleh Butet.

Advertisement

Nugroho menerangkan bahwa sejak Sabtu (9/12/2023) tim gabungan Ditreskrimum dan Ditreskrimsus telah melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan nomor Whatsapp Butet terhubung dengan device lain.

Menurut dia, kejadian ini adalah illegal access terhadap aplikasi Whatsapp milik Butet yang bisa disalahgunakan. “Oleh sebab itu Polda DIY akan menindaklanjuti permasalahan ini hingga tuntas.”

Sebelumnya, Butet Kartaredjasa sempat mengaku komunikasinya melalui ponsel dan Whatsapp tengah dilumpuhkan. "HP/WA DILUMPUHKAN. Mulai pagi ini akses komunikasi kepadaku sedang dilumpuhkan. Silakan yang mau kontak ke nomor rumah atau nomor Bojo," ujar Butet dalam unggahan di Instagram, Sabtu (9/12/2023).

Butet memang tengah jadi sorotan atas pengakuannya yang merasa telah diintimidasi oleh polisi. Dia mengaku diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak menampilkan adegan berbau politik dalam pentas teater berjudul Musuh Bebuyutan yang digelar di Taman Ismail Marzuki pada awal Desember lalu.

Padahal, sejak awal, tema yang diusung Butet dalam pentas tersebut adalah pertarungan politik yang terjadi di antara dua pihak yang sebelumnya bersahabat. Butet mengaku penandatanganan surat pernyataan itu berkaitan dengan penerbitan izin pentas.

BACA JUGA: Butet Tetap Mengaku Diiintimidasi saat Pentas Teater TIM Meski Polisi Membantah

Sementara itu, Kapolresta Metro Jakarta Pusat, Susatyo menerangkan bahwa pada awalnya surat izin keramaian acara tersebut diterbitkan dari Polda Metro Jaya yang kemudian ditembuskan ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Klarifikasi Polisi dan Penyelenggara

Berdasarkan surat tersebut, Susatyo kemudian menerbitkan surat perintah pengamanan. Sebab, acara yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki itu merupakan wilayah hukum dari Polres Metro Jakarta Pusat.

"Kegiatan-kegiatan masyarakat di wilayah Jakpus baik itu berupa seni budaya dan sebagainya, tentunya kami harus menjamin bahwa kegiatan tersebut berlangsung dengan aman," kata Susatyo kepada wartawan, Selasa (5/12/2023).

Berlandaskan acara sebelumnya di TIM, Polisi memastikan kelancaran acara mulai dari kedatangan hingga berlangsungnya kegiatan. Tentunya, dalam hal ini kepolisian berkoordinasi dengan pengelola TIM.

"Sehingga tidak ada, kami tidak menyentuh pada aspek materi, apalagi perizinan. Apalagi perizinan sudah dibahas pada saat panitia mengajukan perizinan. Sehingga kami fokus pada pengaman kegiatan termasuk tamu-tamu yang datang," jelasnya.

Di sisi lain, Sekretariat Kayan Production selaku penyelenggara, Indah menegaskan acara Indonesia Kita yang bertajuk Musuh Bebuyutan itu tidak ada intervensi yang dilakukan pihak kepolisian sebagaimana isu beredar.

"Hanya mau menyampaikan bahwa saya memang yang melakukan pengurusan terkait surat-surat perizinan ke kepolisian. Lalu tidak ada intimidasi dalam penandatanganan surat tersebut," tutur Indah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

News
| Senin, 04 Maret 2024, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement