Advertisement

Ukuran Buah Durian Kulonprogo Menyusut Akibat El Nino

Andreas Yuda Pramono
Minggu, 10 Desember 2023 - 14:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Ukuran Buah Durian Kulonprogo Menyusut Akibat El Nino Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo bersama Dinas Pariwisata DIY menggelar Jelajah Ruang Menoreh Geoheritage Run & Walk di Kalurahan Banjaroya, Kulonprogo, Sabtu (9/12 - 2023). Acara tersebut juga menjadi momen untuk menggelar festival buah utamanya buah durian menyusul panen raya yang akan dimulai bulan Januari / Februari 2024

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kalurahan Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo akan menyambut panen raya durian pada akhir tahun 2023. Meski begitu, sepanjang jalan di Banjaroya sudah banyak penjual durian dengan jenis dan ukuran berbeda.

Ketua Desa Wisata Banjaroyo, Rokhmadu Inuhayi mengatakan beberapa durian di Banjaroya tahun 2023 mengalami perubahan bentuk menjadi lebih kecil meski rasa tetap sama.

Advertisement

“Hal inilah yang masih perlu diberikan, kami perlu pembinaan mengenai itu [pengaruh cuaca ke durian]. Ketika ada cuaca buruk seperti El-Nino kemarin yang kering banget, banyak bunga durian yang rontok. Bahkan durian yang bisa matang tapi tidak gede-gede. Banyak durian yang sekepalan tangan tapi sudah matang,” kata Rokhmadu ditemui di Embung Tonogoro, Banjaroya, Sabtu (9/12/2023).

BACA JUGA: Susun RPJPD 2025-2045, Kulonprogo Bangun Fly Over hingga Kembangankan Wilayah Utara

Sebab itu, Rokhmadu mengharapkan ada pelatihan kepada kelompok tani (KT) di Banjaroya oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat. Apabila situasi dan kondisi tersebut terus terjadi maka petani akan mengalami penurunan penghasilan.

Dia menambahkan hampir setiap padukuhan memiliki KT. Namun tidak semua fokus pada durian. Hanya KT di Padukuhan Tonogoro, Kempong, Banjaran, Slanden, dan Pranan.

“Setahun bisa panen dua kali. Satu pohon habis, nanti itu berbunga lagi. Ada satu pohon yang umurnya tua dan tinggi bisa menghasilkan lebih dari 1000 buah dengan syarat pohon itu sehat,” katanya.

Meski durian merupakan buah yang banyak digemari, Rokhmadu mengatakan apabila kuantitasnya terlalu banyak maka akan memengaruhi harga pasar. Karena itu, perlu ada pelatihan juga untuk pengolahan durian menjadi produk lain terutama durian yang masuk kategori grade D.

Pengelola lain Desa Wisata Banjaroya, Peppy mengatakan dia dan pengelola lain siap mendukung program Pemkab Kulonprogo dan DIY dalam mengembangkan durian di Banjaroya.

“Lima kelompok tani kemarin dapat bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan [DPP] bibit durian. Per kelompok dapat 200 batang,” kata Peppy.

Peppy mengaku Padukuhan Pranan akan menggelar kampung durian di bulan Januari 2024 menyusul panen raya mulai Januari - Feburari 2024. Dia mengatakan satu kampung dapat memproduksi sekitar 2.500 buah.

“Biasanya mereka menjual ke tengkulak. Tapi kemudian kami buatkan event agar kami juga bisa mengontrol kualitas durian. Selain dapat memberi manfaat lebih ke petani. Dijual sendiri langsung ke pembeli harganya bisa lebih,” katanya.

Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbadi juga mengaku El-Nino sangat memengaruhi ukuran dan kualitas durian di Banjaroya. Sebab itu, jajarannya menggandeng kelompok wanita tani (KWT) dalam mengolah durian guna menyiasati durian dengan kategori grade D. Produknya bermacam-macam seperti keripik pongge, es krim dan permen durian, sampai keripik bunga durian.

“Kami bantu alat pengolahan kemarin, tahun 2023 ini. Ada bantuan untuk dua kelompok tani, dari APBD semua,” kata Drajat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bertolak ke Melbourne, Jokowi hadiri KTT Asean-Australia

News
| Senin, 04 Maret 2024, 11:47 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement