Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul Libatkan 1.039 Petugas
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Pusat memerpanjang pemberian bantuan sosial beras kepada Masyarakat hingga Desember 2023. Total penerima bantuan di Gunungkidul sebanyak 105.154 keluarga penerima manfaat (KPM).
Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Setda Gunungkidul, Suyono mengatakan, ada perpanjangan pemberian bantuan selama satu bulan. Seharusnya bantuan hanya diberikan selama tiga bulan mulai September hingga November 2023.
Meski demikian, sambung dia, berdasar pada Keputusan dari Pemerintah Pusat, maka di Desember ini tetap diberikan. Adapun penerima masih sama, yakni sebanyak sepuluh kilogram per KPM.
BACA JUGA: Meski Nihil Kasus, Pemkab Tetap Waspadai Penyebaran Antraks di Gunungkidul
“Total penerimanya sebanyak 105.154 keluarga di Gunungkidul,” kata Suyono kepada wartawan, Rabu (13/12/2023).
Menurut dia, penyaluran bansos beras di tahun ini bukan hal yang baru. Pasalnya, didalam rentang waktu April hingga Juni 2023 juga ada bantuan yang sama. “Awalnya memang hanya diberikan selama enam bulan, tapi sekarang menjadi tujuh bulan,” ujarnya.
Suyono menjelaskna, distribusi bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah mulai disalurkan sejak 7 Desember lalu. Rencananya, penyaluran selesai pada 15 Desember mendatang. “Sekarang masih dalam proses penyaluran di kalurahan,” katanya.
Ditambahkan dia, bansos beras diberikan sebagai dampak adanya kenaikan harga di pasaran. Di sisi lain, juga ada dampak dari elnino sehingga ada perpanjangan satu bulan. “Untuk jumlah penerima maupun besaran bantuan juga masih sama,” katanya.
BACA JUGA: SDN Ngentak Ditutup, Warga Gunungkidul Memilih Menyekolahkan Anaknya ke Wilayah Jateng
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Asar Janjang Riyanti mengatakan, harga beras di pasaran masih tinggi. ia tidak menampik sudah ada berbagai upaya untuk menurunkan harga jual, tapi belum berdampak secara signifikan.
“Kalau mengacu pada Harga Eceran Tertinggi [HET] hanya Rp10.900 per kilonya. Tapi, di pasaran harganya masih di atas patokan yang dibuat oleh Pemerintah,” katanya.
Menurut dia, harga jual di pasaran di kisaran Rp13.000-15.000 per kilogram. “Sudah ada upaya operasi pasar di sejumlah lokasi, tapi harga jual di pasaran masih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Ferrari meluncurkan 12Cilindri Manuale bermesin V12 dengan sensasi transmisi manual modern. Mobil edisi terbatas ini diproduksi 1.499 unit.
Kemacetan tidak hanya menguras waktu, tetapi juga mempercepat kerusakan mobil. Kenali empat dampak utama macet terhadap mesin, rem, dan konsumsi BBM.
Pemkab Bantul meresmikan Jogging Track Paseban sebagai fasilitas olahraga ramah lingkungan dan bagian dari target pembangunan lintasan lari di 17 kapanewon.
Janice Tjen/Aldila Sutjiadi kalah dramatis di tie-break Wimbledon 2026. Perlawanan sengit, namun harus akui keunggulan Kostyuk/Ruse. Aldila masih bertahan di ga
Fardhan Rainanda Joe gagal juara BAJC 2026 usai kalah dari Hong Tian Yue asal China. Indonesia pulang tanpa gelar dari Kejuaraan Asia Junior 2026