Pria Bersenjata Parang Ngamuk di Pleret Bantul, Satu Warga Terluka
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Arsip-Sejumlah nelayan mengevakuasi perahu nelayan yang terbalik di dermaga Pantai Sadeng, Kamis (14/3/2019)./Istimewa-Dokumen SAR Wilayah I DIY
Harianjogja.com, BANTUL – Sebuah perahu nelayan dilaporkan terbalik di perairan Pantai Depok, Parangtritis, Jumat (19/9/2025) pagi akibat diterjang gelombang tinggi. Dua nelayan yang menjadi korban dalam insiden tersebut berhasil diselamatkan oleh tim SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III bersama petugas gabungan lainnya.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, Arief Nugraha menyampaikan, peristiwa terjadi sekitar pukul 05.50 WIB. Tak lama setelah menerima laporan pukul 06.04 WIB, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Petugas segera melakukan evakuasi dengan berenang ke tengah laut menggunakan papan selancar, dibantu menarik korban menggunakan tali tambang dan kedua korban berhasil diselamatkan,” ujarnya.
BACA JUGA; JPPI Sebut 5.360 Siswa Keracunan MBG hingga September 2025
Adapun korban selamat yakni Warsiman, 52, tekong perahu asal Cilacap, dan Agung Puspito, 25, nelayan asal Boyolali. Keduanya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan segera mendapatkan pertolongan petugas di bibir pantai.
Arief mengungkapkan, operasi penyelamatan berjalan lancar meskipun kondisi ombak di Pantai Selatan Bantul dalam kondisi rawan karena mencapai ketinggian dua meter. Hanya saja perahu yang ditumpangi para korban disebut masih terombang-ambing di tengah laut sampai saat ini.
"Setiap laporan darurat segera kami tindak lanjuti. Kesigapan tim di lapangan menjadi kunci keselamatan korban,” imbuhnya.
Kini kedua nelayan sudah dalam kondisi aman. Tim SAR mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi gelombang laut selatan yang kerap berbahaya terutama pada musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan seperti saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.