Advertisement
Kutuk Serangan Israel ke Palestina, Kahigama Dorong Pemerintah RI Jembatani Gencatan Senjata
Suasana pelaksanaan Munas Kahigama yang sekaligus mendeklarasikan lima catatan kritis ke pemerintah RI, Sabtu (16/12/2023). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keluarga Alumni Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (Kahigama) menyampaikan lima catatan kritis kepada pemerintah dalam agenda Musyawarah Nasional (Munas). Lima catatan kritis itu salah satunya yakni mengutuk tindakan keji Israel ke Palestina dan mendorong pemerintah untuk menjembatani gencatan senjata.
Ketua Kahigama Nia Sarinastiti mengatakan, dalam Munas itu pihaknya berhasil merumuskan kepengurusan alumni dan mendeklarasikan lima poin penting untuk menjadi perhatian dan pertimbangan para pemangku kepentingan terutama Pemerintah Republik Indonesia terutama soal kebijakan politik luar negeri ke depannya.
Advertisement
"Lima Poin deklarasi ini menjadi komitmen Kahigama untuk bersama-sama mendukung perwujudan Indonesia yang demokratis, berdaulat, adil, dan makmur," jelas Nia, Sabtu (16/12/2023).
Catatan pertama, Kahigama mengutuk keras tindakan Israel dengan segala ketidakadilan, kekerasan, dan kekejian yang dilakukan ke Palestina. Untuk itu Kahigama mendukung penuh upaya Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mewujudkan perdamaian dan keadilan sesuai mekanisme dan norma internasional, termasuk upaya gencatan senjata guna menghentikan krisis kemanusiaan.
"Kedua, Kahigama menjunjung tinggi nilai demokrasi dan mendorong partisipasi aktif warga negara dalam Pemilu 2024 serta mendukung kebebasan berpendapat, perlindungan HAM dan memastikan mekanisme penyelenggaraan Pemilu yang transparan dan akuntabel," ujarnya.
BACA JUGA: Sebanyak 94 Jurnalis Tewas Sepanjang 2023, Terbanyak di Gaza
Ketiga, Kahigama berkomitmen untuk mendorong ragam upaya dalam pelestarian lingkungan, kampanye ekonomi hijau melalui peningkatan investasi energi terbarukan, mengurangi emisi karbon dan mendukung inisiatif ramah lingkungan yang berdampak positif bagi bumi.
Keempat, Kahigama berkomitmen untuk membangun masyarakat yang menerima dan menghargai perbedaan budaya, agama, suku, dan latar belakang etnis serta berupaya untuk secara konsisten menghilangkan prasangka dan diskriminasi, mempromosikan toleransi inklusivitas, serta kesetaraan hak bagi semua.
"Terakhir, Kahigama mendukung penuh pemanfaatan digitalisasi untuk pemberdayaan dan peningkatan daya saing di era transformasi saat ini," ungkapnya.
Dalam Munas ini juga dihadiri secara langsung oleh Alumni Hubungan Internasional UGM yakni Duta Besar RI untuk Spanyol 2014-2017 Yuli Mumpuni; Staf khusus Kementerian Perhubungan Adita Irawati; Sastrawan dan Akademisi Okky Madasari dan Calon DPD RI Dapil DIY R.A. Yashinta Sekarwangi Mega.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









