Advertisement

Jawa Masih Dilanda Panas Terik di Siang Hari, BMKG Prediksi Hujan Baru Turun Setelah 23 Desember

Sunartono
Jum'at, 22 Desember 2023 - 15:00 WIB
Sunartono
Jawa Masih Dilanda Panas Terik di Siang Hari, BMKG Prediksi Hujan Baru Turun Setelah 23 Desember Foto ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena hujan di bulan Desember merupakan lumrah terjadi di setiap tahun. Akan tetapi saat memasuki bulan Desember tak kunjung hujan turun tentu menimbulkan banyak tanda tanya. Kondisi ini terjadi di wilayah Nusa Tenggara dan Jawa dan menimbulkan banyak pertanyaan masyarakat, kapan hujan?.

BMKG memberikan penjelasan terkait fenomena tak kunjung hujan di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan kondisi suhu panas yang cukup terik memang terjadi saat siang hari selama sepekan terakhir di wilayah selatan ekuator atau garis khatulistiwa. Kondisi cuaca panas tersebut secara umum dipicu oleh dominasi cuaca cerah pada siang hari di sebagian besar wilayah di Jawa hingga Nusa Tenggara.

Advertisement

BACA JUGA : Jawa Masih Saja Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG soal Kapan Hujan

“Berdasarkan citra satelit cuaca terlihat dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jawa atau Indonesia bagian selatan tidak terdapat tutupan awan, sehingga sinar matahari intens [optimum] langsung ke permukaan bumi,” kata Guswanto sebagaimana rilis di laman resmi BMKG 18 Desember 2023.

Penyebab belum adanya hujan di selatan ekuator khususnya Jawa dan Nusa Tenggara disebabkan karena kurangnya pertumbuhan awan hujan yang dipicu oleh aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan. Hal itu mengakibatkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator. Akan tetapi kondisi panas ini kemungkinan terjadi hingga 23 Desember 2023, setelah itu diprediksi ada peningkatan curah hujan.

BACA JUGA : Prakiraan Cuaca, BMKG: Sebagian Besar Kota Besar Dilanda Hujan

“Berdasarkan analisis terbaru, aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan tersebut masih dapat berlangsung dalam 3-4 hari dengan kecenderungan melemah intensitasnya. Sehingga dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara yang dapat terjadi mulai tanggal 23 Desember 2023 mendatang,” ujarnya.

Keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan tersebut secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Oleh karena itu dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement