Wisatawan Keluhkan Biaya Tikar di Parangtritis, Pedagang Diminta Transparan
Wisatawan mengeluhkan biaya tikar di Pantai Parangtritis. Ivan Galang meminta pedagang menyampaikan tarif secara terbuka sejak awal.
Suasana kawasan Tugu Jogja jelang pergantian tahun, Minggu (31/11/2023). Terlihat kerumunan massa yang sudah menumpuk di sekitar area untuk menikmati pesta kembang api. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan masyarakat mulai memadati kawasan Tugu Jogja untuk merayakan perayaan malam tahun baru Minggu (31/12/2023). Pantauan di lapangan sejak pukul 20.00 Wib pengunjung sudah mulai berbondong-bondong menuju lokasi itu untuk merasakan malam pergantian tahun.
Arus lalu lintas di kawasan sekitar sudah mulai ditutup total. Dari arah timur mulai perempatan simpang Gramedia Jalan Sudirman petugas sudah mulai menutup jalan ke arah barat menuju Tugu Jogja. Sementara dari simpang Pingit ke timur pun berlaku demikian.
Tak hanya itu di perempatan Jetis menuju ke selatan petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat juga menerapkan rekayasa lalu lintas. Pengendara yang ingin melaju ke Tugu Jogja harus berjalan kaki dan memarkirkan kendaraannya di lokasi sekitar.
BACA JUGA : Mau Malam Tahun Baru di Jogja? Cek Rekayasa Lalu Lintas yang Dilakukan Polresta Hari Ini
Sementara di kawasan Tugu Jogja kurang lebih radius 100 meter dari Tugu Pal Putih ke empat penjuru jalan sudah padat dengan pengunjung. Di antara mereka ada yang sudah di lokasi sejak sore hari. Sebab di pukul 22.30 Wib saja kawasan tersebut sudah penuh dengan kerumunan massa.
Salah seorang pengunjung, Rifka Ariana, 33, warga Bandung, Jawa Barat mengatakan, dirinya datang dengan rekannya yang lain warga setempat. Sejak lama pekerja swasta itu memang menginginkan suasana menikmati malam pergantian tahun di Tugu Jogja. Meski berdesak-desakan dia rela menunggu berjam-jam di tempat itu.
"Memang sudah direncanakan sejak lama. Saya sejak setelah Natal liburan ke Jogja dan dari tadi sore sudah ke sini supaya dapat tempat," ujarnya.
Menurut Rifka, perayaan malam tahun baru di Jogja terlihat sangat seru, sama dengan kota-kota besar lainnya. Oleh karenanya dia rela menunggu berjam-jam demi melihat pesta kembang api di area tersebut.
"Ingin mengabadikan momen saja sambil merayakan pergantian tahun bareng dengan orang banyak, kan lebih seru," katanya.
BACA JUGA : Sempat Hujan Siang Tadi, Begini Prakiraan Cuaca Jogja saat Malam Tahun Baru Nanti
Sementara Umar Narudin, 22, pengunjung lainnya asal Banyuwangi, Jawa Timur harus rela merayakan tahun baru agak sedikit menjauh dari area Tugu Jogja. Mahasiswa salah satu kampus swasta itu datang agak sedikit telat malam itu ke lokasi, sehingga tidak kebagian tempat yang lebih dekat.
"Tadi rencananya mau ke Nol KM, tapi karena macet parah jadi pindah ke sini, ngga apa-apa lah agak sedikit jauh yang penting bisa menikmati suasana malam tahun baru ramai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisatawan mengeluhkan biaya tikar di Pantai Parangtritis. Ivan Galang meminta pedagang menyampaikan tarif secara terbuka sejak awal.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.