Advertisement
Pembentukan TPPK Tekan Angka Kekerasan Anak
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Sleman disebut sukses tekan kasus kekerasan anak di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengungkapkan jika seluruh sekolah di Sleman dari jenjang PAUD, SD hingga SMP telah membentuk TPPK. Pembentukan TPPK memengaruhi rapor pendidikan bagi sekolah. Karenanya di 2023 semua sekolah di Sleman telah tuntas membentuk TPPK.
Advertisement
"Semua sekolah sudah membentuk. Timnya itu terus diunggah di web Kemendikbud. Karena kalau belum membentuk itu nanti kan di rapor pendidikannya kan jadi rendah," kata Ery, Selasa (9/1/2024).
Terbentuknya TPPK diharapkan dapat mencegah dan menangani kekerasan yang dilakukan kepada anak. Untuk jenjang TK, pembentukan tim bisa bergabung dengan sekolah terdekat
"Misalkan satu sekolah, dua sekolah atau tiga sekolah yang dalam lingkup dekat itu bisa membentuk satu tim saja untuk menangani itu bersama-sama," tegasnya.
Baca Juga
Patut Dicontoh! Sekolah Ini Maksimalkan Komite Khusus untuk Mencegah dan Menangani Kekerasan
Permendikbudristek PPKSP Hadirkan Rasa Aman dari Kekerasan
Ada 15 Siswa SD di Jogja Diduga Alami Pelecehan Seksual, Begini Kata Dinas Pendidikan
Sementara untuk jenjang SD dan SMP, TPPK harus dibentuk satu tim satu sekolah. Baik itu sekolah negeri maupun sekolah swasta.
Dampaknya, setelah ada TPPK di akhir 2023, Disdik Sleman kata Ery tidak mendapatkan laporan terjadinya kekerasan pada anak. "Kalau ada laporan, itu kasus-kasus yang lama dalam rangka penyelesaiannya," lanjutnya.
Lebih lanjut Ery mengungkapkan secara umum angka kekerasan anak pada 2023 cenderung tidak banyak bahkan menurun drastis. Beberapa kasus yang ada merupakan perkelahian antaranak, misalnya pada anak usia enam atau tujuh tahun yang dilaporkan berantem. Kejadian semacam ini kadang dilaporkan sebagai kekerasan.
"Itu lah kalau ada seperti itu TPPK bisa meluruskan supaya anak-anak tidak terlalu jauh di dalam mungkin bermain yang menyebabkan salah satu pihak dirugikan," ungkapnya.
Keberadaan TPPK di sekolah diharapkan Ery benar-benar bisa efektif untuk mengawasi, mencegah dan menangani kasus kekerasan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement







