Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Kegiatan Seminar Smart Parenting yang digelar SDN Vidya Qasana./Instagram @sdn.vidyaqasana
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja telah membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK) di masing-masing sekolah. Salah satunya di SDN Vidya Qasana. Tim yang diberi nama Komite Perlindungan Anak ini terdiri dari unsur guru dan orang tua.
Wakil Ketua Komite Perlindungan Anak SDN Vidya Qasana, Bahrul Arifin menuturkan selama ini sejumlah upaya pencegahan telah dilakukan.
Orang tua atau wali murid turut digandeng. Di antaranya adalah upaya edukasi dan sosialisasi melalui daring. Baik melalui Zoom, live Instagram, maupun live streaming Youtube. Berbagai topik turut diangkat, termasuk soal kekerasan terhadap anak hingga topik parenting.
"Secara offline juga dilakukan kegiatan parenting sebanyak dua kali dalam satu semester. Jadi tidak hanya guru, tetapi keterlibatan orang tua penting. Kalau tidak ada kerja sama antara orang tua dan sekolah, maka sekolah pun akan kesulitan dalam mencegah kekerasan anak," kata Bahrul, Selasa (9/1/2024).
Selain pencegahan, imbuh Bahrul, Komite Perlindungan Anak juga telah menyusun sejumlah SOP jika terjadi peristiwa kekerasan pada anak. Misalnya, dugaan kekerasan atau perlakuan salah pada anak wajib dilaporkan kepada kepala sekolah.
Baik melalui wali kelas ataupun Komite Perlindungan Anak. Selanjutnya, laporan akan diteruskan kepada otoritas setempat. Pengambilan langkah tegas juga dilakukan. Termasuk memberitahu KPAID dan mendukung adanya tuntutan hukum.
Itu dilakukan jika dugaan kekerasan terjadi di lingkungan sekolah. Jika terjadi di luar sekolah atau di dalam keluarga, maka pihak sekolah akan mengarahkannya ke pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) milik Dinas P3AP2KB Kota Jogja. "Kalau ada laporan apapun mengenai kekerasan dalam hal apapun, nanti ada pelaporannya. Nanti langsung ditindaklanjuti, sekecil apapun," imbuhnya.
Bahrul memastikan sekecil apapun gejala kekerasan akan ditindaklanjuti. Tak hanya spesifik kekerasan seksual saja, tapi juga kekerasan fisik dan perundungan. Dia mengakui, masih ada siswa yang melakukan ejek-ejekan nama orang tua atau berkata kotor.
Namun, dia memastikan jika itu diketahui oleh guru, maka akan segera ditindaklanjuti. Orang tua juga bisa melakukan pelaporan ke Komite Perlindungan Anak. "Jadi ada tim dari orang tua wali murid jika wali kelas tidak melapor. Dalam arti kalau ada perundungan tetapi wali kelas diam saja, nanti komite yang akan menindaklanjuti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian