Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Rifka Anisa menjadi salah satu organisasi non-pemerintah yang berfokus pada masalah kekerasan terhadap perempuan. Rifka Anisa juga kerap turut mendampingi korban kekerasan seksual baik perempuan maupun anak. Hal itu disampaikan saat merespons adanya kasus pelecehan seksual terhadap 15 siswa SD swasta di Kota Jogja dengan terduga pelaku seorang guru.
Salah satu Konselor Psikologi Rifka Anisa, Siti Darmawati menuturkan selama ini masih ada budaya rape culture di tengah masyarakat. Budaya ini memungkinkan adanya normalisasi pada gejala-gejala kekerasan seksual. Siti mengatakan, kasus yang ditangani Rifka Anisa selama ini kebanyakan bermula dari gejala kecil.
"Misalnya dari guyonan, cat calling, kemudian itu dinormalisasi. Itu akan meningkat. 'Oh ini tak goda-godain dia diam saja, bisa lah meningkat'. Sampai ada pelecehan secara verbal dan tidak ada apa-apa. Sampai kemudian terjadi, misalnya kekerasan seksual secara langsung. Kaya gitu bertahap," jelasnya saat dihubungi, Selasa (9/1/2024).
BACA JUGA : Guru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap 15 Siswa di Kota Jogja Dinonaktifkan
Siti mengatakan masyarakat juga masih sering menganggap wajar perbuatan ringan seperti guyonan yang mengarah ke kekerasan seksual. Ada juga anggapan bahwa diam itu berarti setuju. Sehingga, gejala ini akan meningkat dan memungkinkan terjadinya kekerasan yang lebih parah lagi.
"Masih ada anggapan lumrahlah cowok. Atau perempuan-perempuan yang ketika digoda diam saja, sehingga dilakukan kekerasan yang lebih parah lagi. Jadi, ada sikap-sikap yang cenderung tidak empati," jelasnya.
Dia mengatakan semua pihak perlu menyadari dan peduli terhadap gejala kekerasan seksual. Menurut Siti, sering kali korban enggan melapor lantaran merasa tak ada kepedulian dari orang-orang di sekitarnya. "Misalnya kita melihat ada pelecehan seksual dan tidak mau ikut-ikut, karena males, ribet, dan sebagainya jadi kesannya kita tidak peduli," imbuhnya.
BACA JUGA : Ada 15 Siswa SD di Jogja Diduga Alami Pelecehan Seksual, Begini Kata Dinas Pendidikan
Siti menuturkan sosialisasi sangat perlu dilakukan. Termasuk di lingkungan pendidikan. Ini untuk memberi pemahaman soal gejala, macam, hingga cara bersikap ketika menjadi korban kekerasan. Meskipun, Siti meyakini upaya ini telah gencar dilakukan di tengah masyarakat.
Namun, masih ada segelintir masyarakat yang belum memahami bahwa kekerasan seksual bisa menjadi kejahatan yang membahayakan."Perlu ada perhatian khusus terutama anak-anak," katanya.
Sebelumnya sebanyak 15 siswa SD swasta di Kota Jogja diduga menjadi korban kekerasan seksual. Pelaku disebut sebagai guru content creator berinisial NB yang berusia 22 tahun. Dugaan kekerasan seksual itu dilaporkan kepala sekolah SD tersebut kepada Polresta Jogja, Senin (8/1). Kepala sekolah ini juga orang tua dari salah satu korban.
Kuasa hukum pelapor, Elna Febi Astuti, menyebut kekerasan seksual terjadi antara rentang waktu Agustus hingga Oktober. Kejadian ini terungkap dari laporan siswa kelas VI kepada guru kelas. Saat itu, guru kelas lantas melapor kepada kepala sekolah. Aduan dari para siswa itu lalu dicatat. Sekolah kemudian melakukan penyelidikan internal untuk memastikan peristiwa kekerasan seksual yang dilaporkan itu. Guru yang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual menggunakan pisau untuk melecehkan siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.