Advertisement
KPU Bantul Antisipasi TPS yang Lemah Sinyal
Kantor KPU Bantul / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul akan melakukan sejumlah antisipasi terkait adanya sejumlah tempat pemilihan suara (TPS) yang masuk dalam wilayah sinyal lemah dan kemungkinan padamnya listrik saat pelaksanaan Pemilu, 14 Februari 2024.
Langkah itu dilakukan agar pelaksanan Pemilu 2024 berjalan dengan optimal.
Advertisement
BACA JUGA: Ada Siklon Tropis Anggrek, Potensi Cuaca Ekstrem Membayangi Wilayah DIY
Ketua KPU Bantul Joko Santoso mengatakan, dari 3.166 TPS yang ada di Kabupaten Bantul, tidak ada yang berada di daerah blank sinyal. Meski demikian, KPU mencatat ada beberapa TPS di sejumlah lokasi utamanya di sepanjang pantai selatan dan dataran tinggi seperti di Kapanewon Imogiri dan Dlingo merupakan daerah lemah sinyal.
"Jadi sepanjang pantai selatan, Dlingo dan Imogiri itu banyak yang lemah sinyal. Untuk itu, kami lakukan antisipasi yakni nanti kami ambil datanya secara offline. Setelah itu, petugas akan bergeser ke kantor kalurahan terdekat atau lokasi yang sinyalnya kuat untuk mengungah data tersebut," katanya, Kamis (18/1/2024).
Menurut Joko, langkah itu dinilai tidak akan menyalahi teknis pelaksanaan Pemilu 2024. Sebab, aplikasi yang digunakan yakni Sirekap saat ini ada dua bentuk yakni web dan mobile. Nantinya, petugas TPS akan memindai dokumen plano dan akan dipublish melalui web sirekap. "Dan nanti akan dipublish KPU RI," imbuh Joko.
Selain itu, Joko memaparkan jika KPU telah berkoordinasi dengan PLN, utamanya untuk 13 sampai 29 Februari 2024, agar tidak ada perbaikan. Diharapkan hal ini akan bisa mengantisipasi padamnya listrik saat pelaksanaan pencoblosan pada Pemilu 2024.
"Namun, kami juga lakukan antisipasi dengan menyediakan lampu emergency di masing-masing TPS," ungkap Joko.
Menurut Joko, pada Pemilu 2024, KPU Bantul menargetkan ada peningkatan angka partisipasi masyarakat. Sebab, jika dilihat beberapa tahun terakhir, ada peningkatan angka partisipasi pemilihan, baik Pemilu maupun Pilkada.
Pada Pemilu 2019, KPU Bantul mencatat angka partisipasi masyarakat mencapai angka 88 untuk Pilpres dan untuk legislatif mencapai angka 86. "Untuk Pilkada 2020 kemarin, angka partisipatif mencapai 86. Untuk Pemilu kali ini kami harapkan bisa lebih meningkat," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement









