Si SIGAP DPUPKP Kota Jogja Bikin Arsip Proyek Lebih Mudah Ditelusuri
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.
Ilustrasi pohon tumbang di Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras disertai dengan angin kencang terjadi di Bantul pada Kamis (18/1/2023) hingga Jumat (19/1/2023) siang ini. Akibatnya, dilaporkan ada 11 pohon tumbang yang merusak beberapa rumah dan menutup ruas jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menyampaikan kejadian tersebut terjadi di 10 kapanewon di Bantul. Kejadian tersebut terjadi di Kapanewon Srandakan, Jetis, Imogiri, Pajangan, Dlingo, Bantul, Bambanglipuro, Imogiri, Kasihan, Banguntapan.
Dari kejadian tersebut ada 11 pohon tumbang tersebut merusak lima rumah, sebuah tempat usaha, tiga jaringan listrik, tiga unit jaringan telepon serta menutup tiga ruas jalan. “Kondisi terakhir saat ini pohon tumbang sudah tertangani,” katanya melalui telepon, Jumat.
Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp.33,2 juta.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca DIY Jumat 19 Januari 2023: Hujan Lebat!
Dia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan selama musim penghujan. Kemudian masyarakat diharapkan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan, FPRB, lembaga terkait dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan prediksi cuaca oleh BMKG, sejak Rabu (17/1/2023), nyaris semua wilayah di DIY akan dilanda hujan berintensitas sedang hingga lebat. Tak hanya itu, masyarakat juga diminta mewaspadai munculnya angin kencang serta tanah longsor yang dipicu oleh pergerakan tanah akibat hujan deras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat