Video Dugaan Pungli Viral, DPRD Kota Jogja Minta Tata Kelola Alkid Dievaluasi
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Hama ulat yang menyerang tanaman bawang merah./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Petani bawang merah pada lahan pasir di Srigading, Sanden, Bantul terancam gagal panen. Hujan berintensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan lahan mereka terendam air. Belum lagi serangan hama ulat grayak yang juga kian menjadi.
Petani bawang merah Srigading, Joko Suyono menyampaikan hujan yang terjadi dalam beberapa hari belakangan menyebabkan lahan pertanian miliknya seluas setengah hektar terendam air. Menurut Joko, kondisi tersebut akan mempengaruhi kualitas bawang merah yang dipanen.
“Otomatis [kualitas bawang menurun akibat hujan]. Karena bawang merah membutuhkan sinar matahari yang cukup. Ini [petani] yang panen enggak bisa mengeringkan, otomatis daunnya busuk,” katanya Senin (22/1/2024).
Dia menyampaikan sebelumnya serangan hama ulat grayak yang terjadi pada akhir Desember-awal Januari 2024 menyebabkan sebagian tanaman bawang merah miliknya mengalami kerusakan. “Kemarin ada ulat grayak sama hujan yang sangat deras, beberapa hari ini, sehingga bawang merah mengalami kerusakan,” katanya.
Dia mengaku telah melakukan penanaman bawang merah sejak November 2023, sehingga diperkirakan akan panen akhir Januari 2024. Meski begitu, kondisi bawang merah yang saat ini terendam air, membuat bawang merah yang hampir panen kualitasnya menurun. “Di sini bisa dilihat hampir dikatakan panen itu enggak sampai 50 persen,” imbuhnya.
Joko pun mengeluhkan harga bawang merah di tingkat petani masih rendah berkisar Rp.8-15 ribu per kg.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan pihaknya telah mendapat laporan bahwa beberapa tanaman bawang merah di lahan pasir terendam air. “Jadi dengan adanya kemarin hujan yang cukup deras, terutama di Pantai Depok Parangtritis, itu ada beberapa lahan bawang merah yang sempat tergenang,” katanya.
BACA JUGA: Jaga Stabilitas Harga, Bawang Merah di Bantul Ditanam Bergantian
Menurut Joko, genangan air di lahan pasir tersebut dapat merusak bawang merah yang ada. Dia pun telah mengerahkan pihaknya untuk membuka saluran irigasi untuk memperlancar aliran air.
“Kita sudah memberikan informasi kepada petugas setempat untuk segera membuka saluran irigasi supaya air bisa keluar dengan lancar, karena tanaman bawang merah belum saatnya untuk dipanen, karena baru 3-4 minggu. Karena kalau terendam terlalu lama bisa terjadi pembusukan akar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Delegasi Indonesia walkout saat Netanyahu berpidato di PBB. Kemlu menyebut aksi itu sebagai solidaritas untuk Palestina dan protes diplomatik.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Perubahan Kecil Dampaknya Besar untuk mendorong budaya membaca dan perubahan positif di masyarakat.