Advertisement
Rawan Ditunggangi Kampanye, Pemkab Sleman Perketat Tim Penyalur Bansos
Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Tim penyalur bansos diimbau agar tak disusupi kampanye dalam bentuk apapun saat penyaluran bantuan.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi mengungkapkan rapat dan arahan agar kepada tim penyalur bansos telah dilakukan beberapa waktu lalu. Garis besarnya adalah satu, bansos dari pemerintah jangan sampai ditumpangi kampanye politik apapun dalam penyalurannya.
Advertisement
Kepada para tim yang bertugas membagikan bansos, Mustadi menekankan kepada mereka untuk tidak disusupi kampanye apapun saat pembagian bansos.
"Itu saya tekankan teman-teman, temasuk sampai dengan warung sebagai penyalur itu tidak ada katakanlah caleg yang menambahkan ini itu pokoknya tidak boleh," tegas Mustadi, Senin (22/1/2024).
Penambahan apapun dalam pembagian bansos tidak diperbolehkan. Entah itu stiker, poster, selebaran hingga kantong plastik bermuatan politik tidak diperbolehkan saat pembagian bansos.
BACA JUGA: Begini Kata Wapres Ma'ruf Amin Soal Politisasi Bansos
Dalam pembagian bansos, Dinsos dibantu sukarelawan PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) hingga Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK).
"Tidak ada siapapun dari teman-teman dan sebagainya itu tidak ada masuk dalam hal-hal seperti itu [kampanye], jadi kalau bansos ya murni bansos," imbuh Mustadi.
Edukasi tentang bansos yang tidak boleh ditunggangi bahan kampanye ini terus ditekankan menjelang Pemilu. Mustadi tidak ingin penyaluran bansos bagi warga yang membutuhkan justru terganggu bahkan terhambat karena adanya oknum yang menunggang kampanye saat pembagian bantuan. "Iya terutama itu [jangan mengganggu penyaluran bansos], nanti malah jadi polemik," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








