Advertisement

13 Pasien RSUD Wonosari Menyalurkan Hak Suara di Rumah Sakit

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 14 Februari 2024 - 14:17 WIB
Ujang Hasanudin
13 Pasien RSUD Wonosari Menyalurkan Hak Suara di Rumah Sakit Petugas KPPS sedang melakukan koordinasi pemungutan suara di ruang isolasi RSUD Wonosari pada Rabu (14/2/2024). - Harian Jogja / Andreas Yuda Pramono

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak tiga belas pasien hemodialisis (HD) atau pasien cuci darah RSUD Wonosari dan enam pendampingnya menjadi sasaran jemput bola Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Rabu (14/2/2024). Mereka mulai memberikan hak suaranya sekitar pukul 12.10 WIB setelah KPPS datang.

Kepala Subbagian Umum RSUD Wonosari, Mujiyati mengatakan pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya merupakan pasien hemodialisis.

Advertisement

"Kemarin ada tiga belas pasien dan enam pendampingnya mengajukan pindah memilih. Itu pasien cuci darah atau HD," kata Mujiyati ditemui di RSUD Wonosari, Rabu (14/2/2023).

Kepala Ruang Hemodialisis (HD) RSUD Wonosari, Sudarmanto mengatakan pasien HD yang memiliki jadwal cuci darah ada 18 orang.

"Tapi yang menggunakan hak suaranya dengan mengurus pindah memilih ada tiga belas pasien HD rutin," kata Sudarmanto.

Selain itu, ada enam pendamping pasien yang juga menggunakan hak pilihnya. Dengan begitu ada total 19 orang memilih di RSUD Wonosari.

Dia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk melakukan pemungutan suara. Hanya saja, petugas RSUD mendata terlebih dahulu pasien yang akan menggunakan hak pilih.

"Jam 12.00 WIB kan sebagian pasien sudah selesai [cuci darah] maka kami buatkan bilik di ruang isolasi untuk pencoblosan," katanya.

Lebih jauh, Sudarmanto menerangkan apabila pasien belum selesai melakukan HD maka pencoblosan dapat dilakukan di tempat tidur.

BACA JUGA: Waduh! Surat Suara di LPP Kelas II Yogyakarta Kurang

Di laih pihak, Jumakir, 69, warga Plembutan, Playen mengaku menemani istrinya Sutinah yang baru saja selesai melakukan hemodialis.

Dia tiba di RSUD Wonosari pukul 06.30 WIB. HD dilakukan selam 4,5 jam sampai sekitar pukul 12.00 WIB. Sutinah menjadi pasien HD sejak 12 tahun lalu.

“Saya sendiri menanggap penting [dalam menggunakan hak suara]. Sebagai WNI kita memilih calon yang paling baik,” ucapnya.

Ketua KPPS 030 Wonosari, Andar Nurjanto mengatakan jemput bola dilakukan mendasarkan pada surat keterangan data tambahan atau pindah memilih dari KPU.

“Kami jemput bola langsung ke RSUD. Dari TPS 030 Wonosari, kami ada sembilan suara [pemilih]. Sebenarnya ada sepuluh tapi satu orang sudah pulang,” kata Nurjanto.

Nurjanto mengaku dalam memberikan pelayanan tersebut perlu sikap kehati-hatian. Pihak keluarga pun, menurut dia juga membantu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement