Cegah Kasus Stunting Baru, Ini yang Dilakukan Pemkot Jogja

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Jum'at, 16 Februari 2024 20:37 WIB
Cegah Kasus Stunting Baru, Ini yang Dilakukan Pemkot Jogja

Sosialisasi Isi Piringku dan B2SA oleh jajaran Pemkot Jogja untuk mencegah stunting, Kamis (15/2) - Dokumentasi Pemkot Jogja

Harianjogja.com, UMBULHARJO—Pemkot Jogja terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting. Salah satunya dengan cara mendorong masyarakat untuk memenuhi porsi Isi Piringku dan makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).

Upaya ini dilakukan sekaligus untuk menciptakan generasi emas yang sehat dan cerdas. "Ketika anak tidak mendapatkan nutrisi dan gizi yang cukup, maka bisa menimbulkan potensi stunting dan menghambat tumbuh kembang anak,” kata Sekretaris Dinas P2AP2KB Kota Jogja Sarmin, Jumat (16/2/2024).

BACA JUGA: Demi Program Makan Siang Gratis, Prabowo-Gibran Pelototi Realisasi Pajak dan Subsidi BBM

Sarmin mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada para Kader TP PKK di 45 kelurahan di Kota Jogja. Melalui sosialisasi ini, Sarmin berharap masyarakat dapat memahami bahwa pola makan B2SA dapat dimulai dari keluarga sendiri. Terutama untuk anak di bawah dua tahun atau baduta.

“Bisa membiasakan pola makan dengan gizi seimbang, utamanya untuk mendukung tumbuh kembang baduta, jangan sampai muncul potensi stunting. Harapannya, setelah ini para kader TP PKK bisa menjadi kepanjangan tangan untuk memberikan edukasi ke masyarakat di wilayah,” ujarnya.

Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jogja Atik Wulandari mengatakan Isi Piringku merupakan gambaran porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring. Terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

BACA JUGA: Kubu AMIN Disebut Kehilangan 3 Juta Suara, Ternyata Ini Penyebabnya

Porsi satu piring juga diharapkan bisa beragam. Setidaknya terdiri dari tiga jenis makanan yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein sebagai sumber pembangun, dan mineral juga vitamin sebagai pengatur metabolisme tubuh. Jika ketiganya dipenuhi, maka asupan yang masuk ke dalam tubuh mengandung nutrisi dan gizi yang seimbang.

"Ketika pola makan ini sudah terbentuk maka ini akan sangat mendukung pencegahan dan penurunan stunting. Secara khusus di Kota Jogja yang di tahun 2024 punya target zero stunting atau menurunkan hingga 5 persen,” ujarnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online