4 Negara Ini Bisa Dikunjungi WNI Tanpa Visa pada 2026
WNI bisa mengunjungi sejumlah negara Eropa tanpa visa pada 2026. Cek daftar Serbia, Belarus, Ukraina, dan Turki beserta batas masa tinggalnya.
Para petani di Desa Trirenggo, Bantul, sedang memanen padi, Rabu (4/4/2018). - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan stok gabah baik Gabah Kering Giling (GKG) maupun Gabah Kering Panen (GKP) di Bumi Projotamansari mencukupi.
Meskipun saat ini, harga GKG dan GKP cukup tinggi. Untuk GKG di Bantul saat ini harganya di atas Rp7.000 per kg dan GKP di atas Rp6.000 per kg.
"Saat ini memang harga gabah di Bantul cukup tinggi. Meski tinggi, kami pastikan stok yang ada masih mencukupi," kata Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo, Sabtu (17/2/2024).
Meski belum bisa menyebutkan detail stok gabah, namun menurut Joko, tingginya harga gabah ini dipastikan tidak akan berlangsung lama. Sebab, beberapa tempat di Bantul sudah ada yang melakukan panen. Meskipun, tidak secara serentak dan jumlah produksinya tidak banyak.
"Untuk panen raya nanti masih sekitar April. Maret pertengahan sudah banyak yang panen. Sekarang pun ada yang sudah panen, meskipun di beberapa tempat," ungkap Joko.
BACA JUGA: Pemkab Minta Masyarakat Manfaatkan Pekarangan untuk Tanam Cabai
Joko mengakui, saat ini pihaknya terus menggenjot peningkatan luas tanam dan panen padi pada musim tanam 2024. Ini dilakukan agar nantinya produksi panen meningkat. Sebab, luas panen di 2023 mengalami penurunan dibanding musim tanam 2022.
Sepanjang 2023, luas panen padi mencapai 28.500 hektare, mengalami penurunan dibanding luas panen padi pada musim tanam 2022 yang tembus 30.800 hektare.
"Itu karena karena faktor cuaca sebagai dampak El Nino. Untuk itu di 2024 kami targetkan ada penambahan luas panen," ucap Joko.
Kepala Bidang Penyuluhan, Produksi dan Pengembangan Usaha Pertanian DKPP Bantul Imawan Eko Handriyanto mengungkapkan, target tambah luas tanam pada Januari hingga Februari 2024 kali ini adalah sebanyak 5.000 hektare.
Sementara target produksi gabah kering giling yang dihasilkan pada 2024 kali ini sebanyak 6,3 ton per hektare.
"Artinya, jika produksi gabah banyak maka akan mencukupi kebutuhan di pasaran," katanya.
Lebih lanjut Imawan mengakui jika produksi padi Bantul di 2023 ada 185.000 ton gabah kering giling. Jumlah itu menurun dibandingkan 2022, yang produksi padinya hampir 200.000 ton. Oleh karena itu, pada 2024, DKPP Bantul berusaha meningkatkan luas tanam minimal 29.000 hektare.
"Agar nantinya, produksi padi kita juga mengalami peningkatan," ucap Imawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNI bisa mengunjungi sejumlah negara Eropa tanpa visa pada 2026. Cek daftar Serbia, Belarus, Ukraina, dan Turki beserta batas masa tinggalnya.
Floyd Samba mencetak dua gol dalam debut bersama Manchester City saat The Citizens menghajar Norwich 5-0 di Piala Liga Inggris 2026/2027.
Cuaca Jogja Jumat 18 September 2026 diprakirakan cerah di seluruh wilayah DIY. Simak suhu, kelembapan, hingga daftar kecamatan.
Juventus mengawali Liga Europa 2026/2027 dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen. Lima pemain berbeda mencetak gol, sementara Milan kalah dari Benfica.
Harga rumah kian mahal, Pemda DIY petakan kebutuhan rusun dan hunian vertikal bergaya tradisional Jawa untuk masyarakat di kawasan Kartamantul.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Terban, Kemantren Gondokusuman.