Harga Beras Mahal, Ekonom: Tetap Naik hingga Menjelang Ramadan

Yosef Leon
Yosef Leon Minggu, 18 Februari 2024 19:47 WIB
Harga Beras Mahal, Ekonom: Tetap Naik hingga Menjelang Ramadan

Beras - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Ekonom memprediksi harga beras di wilayah DIY tetap tinggi menjelang Ramadan mendatang. Meskipun panen raya perdana diprediksi akan datang pada Maret atau April nanti tetapi efek psikologis Bulan Puasa akan tetap membuat harga sembako naik.

"Saya menduga karena kalau panen raya belum dan tidak ada pasokan harga akan naik sedikit lagi karena ada efek psikologi. Mungkin nanti harga sedikit akan naik dari harga sekarang yang sekira Rp17.000-Rp18.000 per kg, naik sekitar Rp500-Rp1.000 per kg," kata ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Y Sri Susilo, Minggu (18/2/2024).

Susilo menjelaskan, efek psikologis penjual dan pembeli akan membuat kenaikan harga komoditas di pasaran tetap wajar meskipun stok dan ketersediaan pasokan aman dan tersedia dalam jumlah cukup. "Katakanlah harga enggak naik tetapi ketika penjual menaikkan harga, pembeli tetap mau dan berpikir, oh ini mau puasa," ujarnya.

"Tapi untuk tahun ini jelas tidak hanya efek psikologi, kalau tidak ada tambahan pasokan baru dari beras impor atau panen maka kemungkinan harga pasti stabil tinggi," sambungnya.

BACA JUGA: Harga Beras Medium di Kota Jogja Tembus Rp16.000 per Kg

Susilo menyebut pemerintah harus mewaspadai lonjakan harga beras dan komoditas pokok lainnya menjelang Ramadan. Apalagi beras yang dalam perhitungan inflasi bobotnya cukup besar. Maka strategi untuk memaksimalkan pasokan untuk menekan harga di pasaran harus cepat dilakukan.

"Apalagi negara ekspor seperti India, Thailand dan Vietnam mengurangi jatah ekspornya karena dia siap-siap untuk menghadapi krisis pangan, ini juga harus dipikirkan pemerintah," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online