Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Forum pemantau Independen (Forpi) Jogja menyebut stok beras di sejumlah toko ritel modern kosong. hal itu berdasarkan hasil pantauannya pada Jumat (23/2/2024).
"Dari hasil pemantauan Forpi Kota Jogja di beberapa toko ritel modern harga beras premiun kemasan 5 kg menembus angka Rp69.500. Itu pun tidak semua toko ritel modern memilikinya. Beberapa toko ritel modern mengalami kekosongan stok beras premium dalam kemasan," kata Anggota Forpi Jogja, Baharuddin Kamba.
Seperti toko ritel modern yang terletak di Jalan Tunjung, Gondokusuman, kata kamba, stok beras premium dibatasi hanya 5 pcs untuk waktu tidak menentu. Karena setiap ada stok, maka beras premiun kemasan 5 kg tersebut langsung habis dalam waktu kurang dari seminggu.
Sementara itu toko ritel modern di jalan Cendana dan Ipda Tut Harsono, Umbulharjo, sudah sepekan lebih tidak ada stok beras premium. Salah satu penjaga toko ritel modern menyebut, kelangkaan beras premium sudah terjadi sejak bulan Februari ini.
Di toko ritel modern yang terlelak tak jauh dari Kantor Pemerintah Kota Jogja dan Kantor DPRD Kota Yogkarta ini juga dibatasi stok hanya 5 pcs dengan ukuran 5 kg. Kalau beras datang langsung dibeli konsumen. Jadi langsung habis. Tidak ada stok di gudang.
BACA JUGA: Demi Beras Murah, Warga Rela Antre Sejam di Pasar Murah Disperindag DIY
BACA JUGA: Soal Harga Beras Naik, Sultan: Jangan Sampai Tak Berdampak ke Petani
Forpi berharap kepada instansi terkait di Pemerintah Kota Jogja berperan aktif untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga beras. Operasi pasar dengan memberikan harga beras yang terjangkau oleh masyarakat sangat perlu terus dilakukan.
Sebab, menurutnya, beras merupakan bahan pokok yang diperlukan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. "Jangan sampai masyarakat mengalami panic buying sampai mengantre panjang untuk membeli beraa seperti di sejumlah daerah lain dengan adanya kelangkaan dan mahalnya harga beras ini," ujarnya.
Salah satu warga Kota Jogja, Heru mengaku membeli beras premiun seharga Rp 17 ribu per kg. Heru yang memiliki warung makan di Jalan Kenari, Kota Jogja ini berharap kepada pemerintah agar segera menurunkan harga beras. Hingga kini dirinya tak berani menaikkan harga maupun mengurangi ukuran nasi maupun lauk pauk.
Menurutnya biar Tuhan yang memberikan tambahan rejeki atas usaha warung makan yang dimilikinya dengah harga beras mahal dan langka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.