Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Potret matinya anak kambing yang ditemukan tanpa kepala di Padukuhan Kedungsriti, Gondang RT 01/RW 06, Umbulharjo, Cangkringan pada Jumat (23/2/2024)./Istimewa -- Polsek Cangkringan
Harianjogja.com, SLEMAN—Satu ekor ternak di Cangkringan ditemukan mati mengenaskan diduga akibat serangan binatang buas pada Jumat (23/2/2024). Ternak berupa anak kambing tersebut mati tercabik-cabik dengan kondisi kepala yang hilang. Selain itu, beberapa ekor kambing lainnya di lokasi yang sama mengalami luka-luka.
Kapolsek Cangkringan Iptu Achmad Mirza membenarkan adanya kejadian ternak mati tersebut. Kematian anak kambing diketahui pertama oleh sang pemilik Marjo Wiyono warga Padukuhan Kedungsriti, Gondang RT 01/RW 06, Umbulharjo, Cangkringan sekitar pukul 06.00 WIB.
BACA JUGA : Warga Lampung Barat Meninggal Diterkam Harimau
Saat ditemukan kondisi anak kambing tersebut begitu mengenaskan lantaran tanpa kepala. Bahkan sebagian daging dan tulang kambing tersebut juga terlihat jelas ketika ditemukan.
"Ditemukan seekor anak kambing perkiraan umur empat bulan yang mati di kandang, depan rumah korban dengan kondisi kepala hilang," ungkap Mirza, Jumat (23/2/2024).
Beruntung tiga ekor kambing lainnya ditemukan selamat dan masih hidup, meski didapati luka di bagian telinga berupa bekas cakaran. "Tiga ekor kambing lainya dalam satu kandang masih hidup dan ketiga kambing lainya terdapat luka di telinga berupa luka bekas cakaran," katanya.
Insiden mengerikan pada hewan ternak ini diduga disebabkan karena serangan hewan buas. Hal itu turut diperkuat dengan ditemukannya jejak tapak yang mengarah ke kaki hewan buas "Diduga dimakan hewan buas liar," tutur Mirza.
Selain itu, letak kandang milik Marjo Wiyono juga masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Meskipun diungkapkan Mirza letak kandang tersebut terbilang agak jauh dari area hutan. "Untuk lokasi kandang tidak begitu dekat [hutan], tapo masuk TNGM," jelasnya.
Kendati sudah mengecek langsung kondisi tempat kejadian matinya ternak tersebut, Mirza belum bisa memastikan hewan jenis apa yang secara ganas menyerang ternak milik warga ini.
BACA JUGA : Deretan Bisnis Alshad Ahmad: Kuliner Hingga Fesyen
"Tadi sudah turun ke TKP, info terakhir diperkirakan diserang hewan buas. Karena dari tiga ekor kambing yang selamat terdapat luka cakar di telinga. Cuma belum dipastikan [jenis] hewannya," lanjutnya.
Mirza mengestimasi kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp300.000 akibat satu ekor anak kambing yang mati. Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Polhut dan BKSDA terkait insiden ini. "Untuk dugaan hewan belum bisa dipastikan, masih berkoordinasi dengan polhut dan BKSDA," ucapnya.
"Untuk saat ini masih menunggu dari Polhut dan BKSDA, belum bisa dipastikan apakah anjing liar atau hewan lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.